Summery spring day!
So, let's enjoy the day while the nice weather lasts!
Labels: living
Life with all its sides...
Labels: living
Labels: living
Labels: living
Labels: living
Labels: living
Labels: living
............
Maybe surrounded by
A million people I
Still feel all alone
I just wanna go home
Oh, I miss you, you know
.........
Let me go home
I’m just too far from where you are
I wanna come home
Labels: living
Labels: living
Labels: contemplation, living
Akhirnya genap sudah setaun saya melepas status pelajar, dan beralih menjadi bagian dari komunitas tenaga kerja. Meski demikian, sering kali saya tidak menyadari bahwa saya bukan anak sekolahan lagi; merasa masih kecil.
Kesan – kesan setelah setahun bekerja……
Macem – macem, dan menarik, terutama bekerja pada perusahaan servis sumur ini.
Banyak pengalaman yang diperoleh, terutama pengalaman psikologis. Sekitar tiga bulan pertama bekerja merupakan masa – masa yang berat. Masa adaptasi dengan bidang pekerjaan baru, lingkungan baru, dan orang – orang baru. Belum lagi ada target belajar yang ber-deadline. Ini nih yang bikin capek sebenernya, sekitar 30 modul harus selese dalam 3 bulan. Trus, ada ujian akhir nya segala. Bener – bener ngerasa jadi full time anak sekolahan. Sampai bingung, sebenernya udah kerja apa masih sekolah, ya? Lha wong milih kerja karena udah capek sekolah, kok… hehe..
Setelah lolos masa – masa itu, masuklah ke masa yang tak kalah sulitnya, masa training intensive. Dua bulan sekolah, dengan tiap minggunya ada ujian. Kalo dapet nilai jelek 2 kali, akan dipulangkan ke rumah orang tua masing – masing. Menantang sekali memang! Dari 18 orang temen sekelas, 2 orang dipulangkan dengan sukses. Huhu…
Untungnya kehidupan menjadi agak lebih baik setelah pulang dari sekolah. Paling tidak lebih ngerasa jadi orang bekerja, bukan anak sekolahan. Tapi, tanggung jawab memang menjadi agak lebih.
Pelajaran yang sangat berharga dari pekerjaan saya ini adalah proses transformasi posisi secara cepat. Saya direkrut sebagai engineer, yang.nantinya akan membawahi para supervisor dan anak buahnya di lapangan. Sebagai orang baru, biarpun engineer, tentu saja saya gak ngerti apa – apa. Dan belajar benar – benar dari bawah. Di lapangan saya belajar dari para supervisor dan anak buahnya. Bagi saya, masa – masa itu bukan masa yang sulit; saya bisa belajar dari siapapun. Sulitnya justru ketika saya harus mulai memimpin di lapangan. Memperoleh respect dari orang yang biasanya menjadi atasan kita dan membuat mereka bersedia menerima kita sebagai atasan. Itu tidak mudah. Terlebih lagi proses transisi ini harus dijalani dengan cepat, kurang dari setahun. So far, untungnya proses ini berjalan baik – baik saja karena saya bekerja dengan orang – orang yang berbesar hati mau dipimpin. Dan, benar – benar pelajaran berharga dalam hal the art of gaining respect ;)
Selain kesulitan, ada juga enaknya pekerjaan ini. Sering kerja bareng sama orang dari seluruh belahan dunia, sering party, sering makan – makan, sering jalan (hampir setiap bulan terbang), jatah cuti 48 hari setahun dan dibayar, sering nginep di hotel (baru sejak kerja jadi pernah nginep di hotel, kasian yah…:D).
In conclusion, so far pekerjaanku masih tampak menarik, meskipun ada bagian yang sulit – sulitnya. In one word, it’s an enRICHing job ;D
Labels: living
Tadi barusan pulang dari nonton bioskop bareng temen - temen kantor.
Kurang apa coba, nonton pilem india, di india, bersama masyarakat india. huehehe.. keren, kan? :D
Tentang filem2 yang saya tonton sebelumnya:
1. Salaam e Ishq (Tribute to Love)
Filem ini nyontek ide ceritanya Love Actually. Gak kreatif :S Tapi, lagu2nya lumayan sih.
2. Traffic Signal
Filem ini temanya adalah dokumenter tentang kehidupan masyarakat yang kehidupannya berpusat di lampu lalulintas. Lampu lalu lintas dengan segala dinamika kehidupan sosial dan budaya masyarakat yang tinggal di sekitarnya. Diceritakan di dalamnya, kehidupan pengemis, pedagang kaki lima, preman, prostitutes, orang nipu2, dan lain2. Kalo filem ini ada terjemahannya, pasti bagus. Juga, kalo filem Indonesia ada yang seperti ini, pasti juga bagus.
3. Black Friday
Filem ini juga bertema dokumenter tentang tragedi pemboman pada tahun 1993. Filem ini sedang marak2nya jadi hal yang kontroversial di negara ini. Mulanya saya nggak ngerti kenapa kontroversial, tapi setelah nonton filemnya, saya jadi tau kenapa. Dalam filem ini di-compile dari fakta2 hasil pengusutan kasus2 teror bom yang terjadi di India ketika tahun 1993. Yg saya tangkap dari filem ini, teror2 bom ini berkaitan dengan konflik agama Islam dan Hindu di India. This movie made me, as a moslem, feel bad. Yang bikin sedih adalah karena agama Islam yang cinta damai ini, namanya disalahgunakan oleh pihak2 yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan hal2 destruktif. Sebal!!!
Okeh, enough about that controversial movie, dan kembali tentang pilem indihe.
Harga tiket bioskop di sini relatif murah jika dibandingkan dengan di Sgp. Dari filem2 yang saya tonton, range harga tiketnya berkisar antara 80 rupee (SGD 3) - 180 rupee (SGD 7). Yang 180 itu udah lumayan mahal banget. O iya, filem India itu selalu lamanya 3 jam !! Dan di tengahnya ada break sekitar 5 - 10 menit. Pertama kali nonton saya nggak ngerti, kirain filemnya udah selesai. Eh, ternyata itu cuman break doang, dan abis itu filemnya dilanjutkan lagi. hahaha... Saking panjang nya gitu lhooo....
Juga, waktu break ada pedagang resmi bioskop yang menjual snack ke dalam. Dan penonton juga bisa memesan makanan sebelum masuk dan nantinya diantarkan ke tempat duduk ketika filem sudah dimulai. Unik, ya :D
Labels: living
India sudah mulai memasuki awal musim panas. Kalau malam udah terasa panas. Di rumah, kemaren - kemaren biasanya jarang pasang AC, sekarang 2 AC di ruang tamu dinyalain semua, juga di kamar. *hehe, gak pa pa, listrik dibayarin kantor inihh :D*
Labels: living