Wednesday, May 15, 2019

Summery spring day!

Hari ini adalah hari yang panas untuk ukuran musim semi. Sudah diramalkan sejak minggu lalu bahwa dari weekend hingga hari Rabu ini cuaca akan hangat dengan puncaknya hari ini mencapai 23 C. Cukup hangat untuk di sini. Weekend kemaren kami habiskan dengan bersepeda. Iya, biarpun puasa, kami keukeuh ingin sepedahan. Cuaca hangatnya itu loh, yang sangat sayang untuk dilewatkan hanya di rumah saja.



Dengan suhu segitu, orang - orang sudah tidak berjaket lagi. Malah pada pakai kaos dan celana pendek. Saya sendiri baru hari ini berani tidak berjaket ketika keluar rumah. Cuman berpakaian seperti ketika di Indonesia saja. Blus batik, celana jeans, tanpa jaket. Hore!

Sebenarnya ini cuaca ideal banget. Bermatahari hangat, tapi masih ada semilir angin. Kalo kita di bawah bayang - bayang, baru deh terasa dingin. Lebih nyaman berada di bawah terpaan sinar matahari. Lumayan, sekali - sekali panen vitamin D.

Jadi, cuaca pertengahan Mei biasanya sudah mulai hangat. Sebelum itu, masih dingin, karena mendung dan angin. Tapi dasar Skotlandia, cuaca agak sulit diprediksi. Kalo hujan, mendung, biarpun musim panas, tetep aja terasa dingin, meskipun gak bikin menggigil. Bagi yang suka cuaca hangat, cocok untuk datang ke Skotlandia mulai pertengahan Mei hingga Agustus. Setelah itu, cuaca mulai mendingin.

Sebenarnya, bulan April lalu juga sudah ada hari yang panas semacam ini. Tapi nggak lama, cuman sehari - dua hari saja. Kami dan kawan - kawan sempat barbeque-an di taman kota. Coba kalo sekarang lagi gak puasaan, mungkin bisa tau - tau barbeque - an juga deh.

So, let's enjoy the day while the nice weather lasts!

Labels:

Tuesday, May 14, 2019

Pergi ke Dokter Gigi

Sudah sekitar setahun saya tak pergi ke dokter gigi. Memang gigi tak bisa ditipu, ada aja masalah yang muncul kalo udah lama gak cek up ke dokter gigi. Seharusnya saya kontrol 6 bulan sekali. Ya, di sini rekomendasinya begitu: tiap 6 bulan sekali check up gigi di dokter - dokter gigi kesayangan anda. 

Di sini, pelayanan dokter gigi tidak gratis seperti pada klinik dokter umum. Tetapi, pada klinik gigi yang berafiliasi dengan NHS (semacam BPJS nya UK), biaya perawatan gigi bersubsidi. Jadi masih terjangkau harganya. Check up gigi 6 bulan sekali gratis, tapi kalo perlu X-ray, bayar. Tindak lanjut pengobatan giginya juga bayar. Biasanya setelah check up, dokter akan memberikan daftar tindak lanjut perawatan gigi yang diperlukan, jika ada. Termasuk perkiraan biayanya. Jika gigi kita baik - baik saja, maka kita lolos. Kembali lagi 6 bulan berikutnya untuk check up. Akan tetapi, sangat sulit bagi saya untuk mendapat raport yang bagus setiap kali check up. Adaaa aja daftar kerusakan yang harus diperbaiki. Pernah, lolos pada waktu check up, tapi 2 bulan berikutnya saya kembali karena ada gigi yang bermasalah. Nasib. Padahal kan saya rajin sikat gigi. Mungkin karena masa kecil yang kurang gizi, jadi gigi saya harus rapuh begini. Atau mungkin karena dulu, waktu ganti gigi, saya lupa menginjak pedal kopling. Yakalik, gigi guwe gigi perseneleng.

Setelah cek up kali ini, saya harus melakukan perawatan: cabut 1 gigi, tambal 2 gigi dan pembersihan karang gigi. Cabut gigi gaes! Terakhir saya cabut gigi, kalo gak salah adalah pada tahun 2010, waktu saya tinggal di Singapura. Waktu itu lumayan bikin trauma karena perdarahannya lama banget berhentinya, plus pake kerasa cenut - cenut beberapa hari. Kali ini saya beranikan diri untuk menghadapinya, semua ini saya hadapi dengan tabah. Alhamdulillah, proses berjalan lancar. Dalam 15 menit setelahnya, perdarahan sudah berhenti dan semua baik - baik saja. Berkah Ramadhan.

Biaya perawatan gigi, kalau saya bandingkan antara di sini (Skotlandia, UK), Norwegia dan Singapura, biaya di sini adalah yang termurah. Untuk cabut gigi saja, di Singapura, pada tahun 2010, kalau tidak salah biayanya plus minus SGD 100 (Rp.800 ribu ??). Di sini kemaren, saya cuman kena GBP 13 (Rp. 250 ribu) saja. Mungkin sebanding dengan harga di Indonesia. Atau malah lebih murah? Kalo Norwegia? Wah, jangan ditanya. Biaya perawatan gigi di Norwegia mahal sekali! Bahkan ada teman yang kalau berobat gigi bela - belain terbang ke Polandia untuk berobat di sana. Saya 3 tahun di sana, belum pernah berobat ke dokter gigi. Bukan karena saya gak pernah sakit gigi, tapi karena saya memilih menunda pengobatan sampai saatnya mudik ke Indonesia. Pernah suatu saat saya sakit gigi di sana. Survei - surveilah saya di sana untuk harga berobat gigi. Saya temukan, termurah untuk menambal gigi adalah sekitar NOK 1000 (Rp. 2 juta)! Mahal banget kan gaes? Padahal itu baru harga kisaran saja. Harga pastinya ya setelah tindakan, tergantung kasusnya. Saya berusaha ikhlas merelakan uang belanja seminggu saya demi berobat gigi. Iya, NOK 1000 bisa dipakai untuk belanja kebutuhan sayur, lauk, dan beras selama seminggu. Untungnya, entah kenapa, tiba - tiba rasa sakit gigi saya hilang. Saya yakin ini bukan sembuh. Hanya dorman saja. Akhirnya saya memilih untuk menyimpan masalah gigi saya ini dalam hati saja. Saya yakin, semua akan indah pada waktunya. Hellaww, ini masalah gigi, bukan cinta ya sist!!

Ada lagi hal yang berbeda di sini, yaitu kalo nambal kita pasti ditawarin bius lokal. Iya, bius lokal pake suntik yang kayak mau cabut gigi itu, lho. Awal - awal tinggal di sini, saya sempat menolak kalo ditawarin bius. Pikir saya, "cemen amat sih, tambal gigi aja pake bius." Tapi, lama - kelamaan saya luluh juga. Sekarang, saya selalu pake bius lokal untuk penambalan. Malah kalo mau berobat gigi di Indonesia saya jadi ngeri karena ngebayangin ngilunya dibor gigi tanpa bius. Iya, sekarang guwe jadi cemen. Sigh!

Di sini, ibu hamil sampai dengan anaknya berusia setahun, boleh berobat gigi gratis di klinik NHS. Prosedurnya mudah, tinggal datang ke klinik gigi, melakukan pendaftaran, dan menunjukkan bukti punya bayi berumur kurang dari 1 tahun, langsung deh dilayani, dan gratis. Saya sempat merasakan fasilitas ini. Bener saja, setelah melahirkan, gigi saya banyak yang berlubang. Mungkin pengaruh hormonal kehamilan.  Waktu itu saya ke klinik sambil menunjukkan bayi saya di stroller sebagai barang bukti. Bahkan saya tidak diminta menunjukkan akte kelahiran si bayi. Percaya banget, yak?

Anak - anak juga mendapat pelayanan gigi gratis sampai umur 16 tahun. Mulai umur 0, anak rutin didatangi health visitor ke rumah, yang bertugas mengecek kesehatan anak secara umum dan kesejahteraannya. Gigi juga termasuk salah satu yang dicek. Anak juga dikasih sikat gigi dan pasta gigi gratis secara berkala. Ketika anak sudah masuk ke TK / nursery (mulai umur 3 tahun), kebiasaan menjaga kesehatan gigi pada anak diteruskan di nursery. Tiap hari, anak - anak mendapat sesi sikat gigi bersama. Nursery dikunjungi dokter gigi secara berkala, 6 bulan sekali, untuk fluoride furnishing gigi. Anak - anak juga wajib kontrol rutin gigi ke dokter gigi masing - masing. Biasanya ngikut ke dokter gigi orang tuanya.

Gigi ini penting, tapi sering terabaikan. Ya, oleh saya sih. Saya harus sering ingat merawat gigi dan tidak makan makanan keras - keras karena gigi saya rapuh. Teringat dulu waktu muda, dokter langganan saya pernah berkomentar, "Gigi mu ini kok kerusakannya karena pecah? Emangnya kamu makan apa aja, sih?"
Yakalik Dok, mungkin saya nyambi maen jaran kepang makan beling dan batu. :D

Labels:

Sunday, May 05, 2019

Berpuasa di Negara 4 Musim

Berpuasa di daerah 4 musim ketika musim panas/semi adalah sangat menantang. Bagaimana tidak, durasinya saja bisa mencapai atau hampir 20 jam. Sekitar 6 jam lebih panjang daripada berpuasa di negara tropis. Kami sahur sekitar jam 8-9 pagi WIB. Sampai yg di Indonesia berbuka sampai sahur lagi, kami masih belum berbuka puasa. Kami berbuka ketika yang di Indonesia barusan selesai sahur. Warbyasak bukan?


Tahun ini adalah kali ke-5 saya berpuasa di Scotland, UK, dan kali ke-6 berpuasa di daerah Eropa utara. Sebelumnya saya berpuasa di Norwegia. Mirip2 lah durasinya. Kebetulan, selama ber-Ramadhan di Eropa, saya kebagian berpuasa di musim panas. Pertama kalinya adalah di th 2013. Tahun sebelumnya saya skip puasa karena sedang hamil. Mulai mencoba berpuasa di tahun setelahnya, dengan berbayi berumur sekitar 7 bulan. Kala itu durasi puasanya sekitar 20 jam. Jadi kami harus bisa menuntaskan buka puasa dan sahur dalam 4 jam! Makanan belum turun di perut, udah harus sahur lagi. Plus, saya dan suami harus bergantian buka dan sahur sambil menjaga si baby yg suka rewel kalo ditinggal sendirian. Trus, harus sholat Maghrib, Isya dan tarawih juga. Tingkat kesulitan, luar biasa!

Tahun ini Ramadhan bergeser ke arah musim semi. Durasi membaik, sekitar 17 jam di awalnya hingga menjadi 19 jam di akhirnya. Lumayanlah. Semangat!!!

Sebenarnya, puasa durasi panjang begini do-able, tapi penuh tantangan. Tantangannya adalah:

  1. Durasi pendek buka - sahur.
    Durasi pendek ini menyebabkan kita harus bisa menyelesaikan buka, sahur, sekaligus sholat Maghrib, Isya dan tarawihnya. Belum tidurnya, tadarusnya?
  2. Musim panas yang kadang terik cuacanya.
    Bagi yang sering beraktivitas di luar, cuaca terik dan panas lumayan bikin dehidrasi. 
    Seperti yang sering saya alami, tahun2 sebelumnya ketika bulan puasa saya harus antar jemput anak pulang pergi ke sekolah TK nya. Jaraknya sekitar 1.8 km, kadang saya jalan kaki. Pulang sekolah, biasanya anak saya minta main dulu di taman, dan itu tentunya karena cuaca cerah alias panas terik bermatahari. Jadilah saya berpanas2 nemanin di taman, kadang gak kebagian tempat duduk karena ramai. Pulangnya, kepala kliyengan kena panas, kecapekan berdiri, plus dehidrasi :s Belum lagi pemandangan orang makan es krim yg lalu lalang. Lengkap sudah ujian puasanya. Tahun ini anak saya sudah SD, kebetulan dia naik antar jemput ke sekolah. Taman, tinggal ngesot dekat rumah, dan banyak pohon2annya. Oh iya, karena kami juga baru pindah rumah taun kemaren.
  3. Ngantuk
    Musim panas tentunya datang lengkap dengan durasi siang yang lebih panjang daripada malamnya. Ketika selesai sahur, masih dini hari sebenarnya, mau tidur lagi sudah agak susah karena di luar udah terang. Mana saya orangnya agak susah tidur. Yah, itu sih derita luh!
  4. Dalam durasi buka-sahur harus memilih mau banyakin minum atau makan.
    Agak kontradiktif sebenarnya, durasi puasa panjang, tapi waktu makan minumnya pendek. Padahal, kita kan harus banyak men-download makanan biar kuat puasa panjang. Sementara kapasitas perut dan waktu terbatas. Harus minum sehari 2 liter, tapi juga harus makan banyak, gimana dong? Pernah saya salah strategi, mengutamakan minum air, 2 liter terpenuhi. Ehh... tapi jadinya perut penuh air, males makan, akhirnya porsi makanan cuman sedikit. Jadi deh kurang gizi eykeh :s

So, how's the workaround?

Sebenarnya saya juga belum punya strategi yang ampuh untuk mengatasi tantangan2 di atas. Tapi dari hasil pengamatan, ada beberapa hal yg cukup membantu dalam menjalani puasa yg panjang ini, diantaranya:

  1. Sholat Tarawih really helps!
    Semalas - malasnya dan sesempit - sempitnya waktu buka-sahur, sholat tarawih ini penting banget. Sholat tarawih ini bagaikan olahraga memijat perut sehingga membantu makanan bisa turun lebih cepat. Hal ini membuka ruang untuk makanan sahur di perut, perut jadi nggak begah. Memang terasa bedanya dengan dan tanpa sholat tarawih. Karena memang gerakan sholat terawih, yg minimal 11 rakaat ini, bisa membantu memijat usus2, mengaktifkan kembali saluran pencernaan setelah seharian tidak aktif. Efeknya, makanan pun lebih mudah bergerak turun dalam perut.
  2. Dopping multivitamin
    Durasi pendek, perlu banyak minum air dan makanan bergizi. Dopping multivitamin cukup membantu supaya tidak malnutrisi.
  3. Banyak makan makanan yang berserat, yang ber Glicemic Index (GI) rendah.
    Makanan yang ber-GI tinggi terlalu cepat dicerna dan membuat badan menjadi cepat lemas. Dengan mengkonsumsi makanan ber GI rendah, makanan lebih lama dicerna, lebih awet dalam saluran pencernaan. Contoh, makan sereal wheat, sayur, buah. Cmiiw. Ini tips yg baru saya dapatkan dari teman dokter. Will definitely try it.
  4. Banyak minum air secara bertahap.
    Minum air sehari 8 gelas. Bagaimana caranya supaya tercapai dalam durasi pendek buka-sahur ini? Ini juga sudah termasuk kandungan air dalam sayur dan buah, kok. Jangan kebanyakan air juga, nanti perutnya kehabisan ruangan untuk tempat makanan. Selain itu, minum terlalu banyak air dalam durasi singkat juga dapat menyebabkan terbuangnya mineral-mineral dari dalam tubuh (cmiiw), jadi minumnya dibuat bertahap.
  5. Sebisa mungkin berada di dalam ruangan dan menurunkan kadar aktivitas yg intensif fisik.
    Yaa... kalau terpaksa harus banyak beraktivitas di luar sih ya bagaimana lagi, harus dijabanin sih. Tapi mungkin dengan lebih banyak break istirahat supaya gak kecapaian. Asal nggak menyengaja olahraga lari maraton pas puasa aja mungkin aman, sih.....

  6. Last but not least..... Prayer times for high latitudes comes to the rescue!!
    Bila dirasa berpuasa durasi 20 jam terlalu memberatkan, silakan mengacu kepada waktu sholat untuk garis lintang tinggi pada link di atas. Jadwal sholat ini bermula untuk menjawab tantangan waktu sholat dan puasa pada daerah ekstrim garis lintang tinggi, seperti negara2 Skandinavia, yang ketika musim panas matahari nyaris tak tampak tenggelam. Langit masih tampak bersemu terang meskipun sudah jam 11 malam, pada puncak musim panas. Penurunan waktu sholat ini mengacu kepada fatwa ulama Mesir. Penjelasan lengkapnya dapat ditemukan pada link di atas juga. Dengan waktu alternatif untuk high latitude ini, durasi puasa menjadi mendekati durasi di daerah tropis, sekitar 14 jam, jadi terasa biasa saja.
    Ketika kami tinggal di Norwegia, beberapa kali kami pernah mengikuti jadwal puasa waktu lokal, maupun waktu alternatif ini. Kedutaan besar RI di Oslo juga mengacu pada waktu alternatif tersebut. Jadi acara buka puasa bersama dan tarawih dapat tetap dilaksanakan pada waktu yang tidak terlalu malam.
Sekian sharing tentang puasa dari saya. Semoga bermanfaat, dan sekiranya ada pemirsa yang memiliki tips2 dan saran2 lain, atau mau mengoreksi yang kurang tepat, silakan di shoot out di bagian komentar. Terimakasih sebelumnya.


Teriring ucapan dari saya:


Selamat menunaikan ibadah2 di Bulan Ramadhan bagi yang menjalankannya.
Semoga kita semua diberi kekuatan lahir batin untuk menjalaninya, dimudahkan memperbanyak amal2 ibadah di dalamnya, diampuni dosa-dosanya, diterima segala amal ibadahnya, dan berhasil menjadi manusia yang lebih baik yg istiqomah selepasnya, dan berhasil mendapatkan malam Lailatul Qadar. Aamiin yaa Rabbal 'alamin.

Labels:

Sunday, November 27, 2011

Sakit tenggorokan dan winter adalah kombinasi yang tidak OK sama sekali!

Saya tertarik untuk mengetahui sistem kesehatan di negara Norway, yang konon kabarnya sangat keren. Setiap penduduk yang terdaftar di sistem asuransi nasional berhak mendapatkan fasilitas kesehatan dari negara, dengan harga bersubsidi dan bisa gratis jika sudah mencapai batas tertentu. Saya tertarik untuk mengecek kebenarannya, dan ternyata kesempatan itu datang lebih cepat dari yang saya bayangkan. Ya, baru 2 bulan di Oslo, saya sakit.

Tenggorokan terasa panas dan gatal, hidung buntu, agak demam, dan suara hilang muncul. Hadeh... mana udah mulai masuk musim dingin. Keluar rumah jadi membuat kondisi semakin parah. Angin dingin membuat tenggorokan semakin kering dan tidak nyaman. Memang sakit tenggorokan dan winter adalah kombinasi yang tidak OK sama sekali.

Beberapa hari merasakan gejala yang semakin hari semakin parah, akhirnya saya memutuskan untuk pergi ke dokter. Tentu saja saya tidak mau rugi. Sekalian ngetes sistem pelayanan kesehatan di negara ini. Dari hasil bertanya kanan kiri saya mendapat info bahwa seharusnya setiap orang di sini dialokasikan seorang dokter pribadi. Saya belum. Konon perlu waktu beberapa bulan sampai dengan seseorang mendapat kiriman surat berisi nama dan lokasi dokter. Karena belum punya dokter, saya disarankan untuk pergi ke puskesmas. Di Oslo terdapat beberapa puskesmas (medical ward) yang disebut Legevakten. Saya mencari yang termudah aksesnya, Storgata 40.

Saya pergi ke sana di hari Senin, jam 10 pagi. Ketika sampai, saya mendaftar dahulu di loket pendaftaran. Di sana saya tunjukkan ID card (yg di prin di kartu ATM). Ditanya data - data, dan ditanya keluhannya. Setelah itu saya disuruh menunggu sampai nama saya dipanggil. Menunggu sekitar 30 menit, akhirnya ada suster yang memanggil nama saya. Diajakin salaman dan kenalan. Wah, ramah sekali. Kemudian saya diajak ke ruang sortir kasus. Di ruang ini saya ditanya jenis gejalanya. Sang suster membolak balik contekan flowchart untuk mengkategorikan kasus saya. Alhasil, saya masuk kategori 'hijau' (kasus tidak urgent). Kategori 'merah' paling urgent, yang mungkin penderitanya bahkan tidak perlu antri dan interview, misalnya perdarahan pembuluh nadi atau stroke.

Kembali saya disuruh menunggu di ruang tunggu yang berbeda, yang berkode 'hijau'. Menunggu di sini cukup lama, sepertinya sekitar 2 jam saya menunggu. Bahkan sampai melihat para nurse istirahat makan siang segala.  Setelah sabar menanti, akhirnya giliran saya tiba juga. Tapi ternyata, cuma untuk pindah tempat tunggu. Tempat tunggu tepat di ruang periksa dokter. Di sini menunggu lagi sekitar 15 menit. Akhirnya masuk ke ruang periksa. Dokternya cewek masih muda. Prosedurnya sama, pertama salaman dulu, kenalan. Dia menanyakan lagi keluhannya. Kemudian saya diperiksa, dan bilang bahwa saya harus tes darah. Tak lama seorang perawat masuk membawa alat tes darah. Semua terjadi begitu cepat sampai saya gak sempat mempersiapkan mental menghadapi tusukan jarum. Tau - tau jari tangan saya terasa seperti ketusuk stapler, 'jus'. auchh... sampel darah diambil, dan orangnya pergi. Mungkin cuman perlu waktu 5 menit pemeriksaannya. Sambil ngobrol2 sedikit tentang penyakitnya, mbak dokter ngetik - ngetik di layar komputer. Saya pun melayangkan pandangan ke sekeliling ruang periksa. Tak lama dokternya bilang bahwa hasil tes darah sudah keluar. Ternyata saya terkena infeksi virus, jadi saya tidak perlu resep obat. Kalo bakteri, baru deh saya akan diresepkan antibiotik.

Huh! Ke dokter kan ngarep dapet obat. Lha kok nggak dapet apa - apa? Tapi mbak dokter menyebutkan bahwa saya bisa minum parasetamol sama pain killer kalo mau. Oke lah, apapun jadi, yang penting minum obat demi mensugesti diri *halah*. Saya diberi selembar kertas berisi diagnosa penyakit, dan selembar kertas tentang biaya yang harus saya bayar di kasir. NOK 183. Ndak gratis tuh hahaha....

Memang konon biaya konsultasi dokter pemerintah tidak gratis, tapi ber batas. Jadi, jika saya telah mencapai NOK 1750 dalam setahun (cmiiw), maka selebihnya barulah gratis. Serasa ngumpulin 10 bungkus detergen demi mendapat 1 piring cantik, hehe...

Kesimpulannya, sistem pelayanan kesehatan di sini ada sisi plus dan minusnya:
+ personel kesehatannya ramah
+ kualitas pemeriksaan baik dan cepat; diagnosis dilengkapi tes darah yang cepat prosedurnya.
+ tidak gampang ngasih anti biotik
+ prosedur penerimaan tidak berbelit - belit. pasien diterima meskipun tanpa bikin janji.
- - -  waktu tunggu sangat lama; dimana - mana namanya puskesmas sepertinya ngantrinya yang bikin gak sabar.

Lumayanlah, baru sebentar tinggal di sini udah dapet pengalaman mencicipi fasilitas pelayanan kesehatan di NO. Meskipun gosip - gosipnya pelayanan kesehatan di sini bisa lebih canggih lagi, saya tidak berharap untuk mengetes fasilitas kesehatan berupa emergency pick up pake helikopter, kok :s

Labels:

Saturday, March 15, 2008

Waktunya berlibur....

Masa 6 minggu training berakhir sudah. Yey!!
Yang namanya training di company ku itu, mungkin beda sama company2 yg lain. Kalo di company yg lain adalah masa2 berlibur, kalo di company ku, training adalah masa - masa yang torturing. Haha... Lha gimana, masak ujian 2 kali seminggu, trus ada bates nilai minim kelulusan. Kalo gak lulus? Pecat! hahaha.... gaswat gak sih.
Jadilah kami2 yang training itu sering kurang tidur kalo lagi mau exam. Mana bahannya segabruk-gabruk gambreng. Blom lagi kalo dapet tugas project. Tweoweow... Alhamdulillah, it's over. Sekarang waktunya, liburan!!! Yihi!!

Hari Jumat, hari ke sekolah terakhir. Sabtunya temen2 udah banyak yg cabut ke negaranya masing2. Saya termasuk yg telat balik, gara2 gak dapet tiket yg lebih cepet dari senin. Yah, sudahlah, dapet kesempatan jalan ke kota lain deh jadinya...

Kemaren siang, pulang sekolah, ngecek jadwal kreta bentar, dan akhirnya memutuskan untuk pergi ke York. Sekitar 1 jam perjalanan kereta dari Newark. Yah, itung2 melepas stres, demi kesehatan jiwa dan raga, haha.

York kotanya kecil. Diputerin 3 jam juga udah beres. Itu sudah termasuk mengunjungi York Castle Museum. Yah, lumayanlah... Dan hari ini nyempetin ke Edinburgh. Sebuah kota di Scottland. Kabarnya sih bagus. Let's see...
Dari Edinburgh, sabtu malem naik pesawat ke London. Nginep semalam di sana. Minggu rencananya puter2 di London aja. Senin sore take off ke Surabaya, transit di Hongkong.
Transit ?? Transit di Hongkong ?? Emang! :D

Tapi gak lama2 amat transitnya, cuman 2 jam. Abis itu langsung cabut ke Sby. Asiikk...
Demikianlah itinerary....

Labels: ,

Monday, March 03, 2008

Taking tubes can be so frustrating

Kemaren jalan2 ke London. Pulangnya kesorean. Oh iya, dalam perjalanan pulang sempat menyusuri tepi sungai Thames. Anginnya..... wuzzz kenceng, deh... Mana dingin lagi.
Tapi pemandangannya indah; di sepanjang sungai ada cafe2, dan lampu2 yang menghiasi pemandangan tepi sungai Thames. Versi besarnya Boat Quay di Singapore :D hehe... bagusan tepi Sungai Thames, sih....
Kayaknya saya bisa betah nongkrong di tepi sungai Thames kalo lagi pengen bengong - bengong sendiri, hehe...
Keren deh... Wah, sayangnya kok kemaren gak poto2. Maklum, kemaren sambil ngejar waktu biar gak kemaleman balik ke Newark.

Sampai di situ, keadaan baik2 saja. Masalah datang ketika tiba saatnya naik Tube (London underground train). Sering kali di sistem train London, jalurnya ditutup dan dialihkan kemanaaa gitu. Dan kalo gak siap liat jadwal penutupan jalur online, wah, bisa muter2 gak karuan deh. Dan itulah yang terjadi kemaren malem. Sudahlah gak familiar dengan jalur2nya, lagi ada banyak penutupan jalur lagi... Walah, puyeng deh.... Masak sempat ngelewati sebuah stasiun dan kemudian balik lagi ke stasiun itu untuk pindah ke jalur lain. Dan itu terjadi 2 kali. Belom lagi muter - muter di stasiun buat nemuin platform naik kreta yang dimaksud. Padahal seharusnya kalo jalur yang dimaksud berjalan lancar, perjalanan bisa ditempuh dengan sangat cepat. Mungkin 20 menit udah nyampe. Lha kemaren jadinya muter2 sampe sekitar 1 jam. Hiyah.... Yah sudahlah, akhirnya nyampe juga di stasiun Kings Cross buat naik kreta yang keluar kota. Untung masih kebagian kreta. Kreta kedua terakhir untuk hari itu :S

Nyampe di Newark jam 11 malem. Sendirian lagi. Mana jalan dari stasiun ke rumah lumayan jauh. Alhamdulillah nyampe rumah dengan selamat. Hehe, udah, gitu doang sih ceritanya, hehe... Gak seru yah.. :D


Labels:

Thursday, February 28, 2008

Gempa bumi

Dua hari yang lalu di sini, tengah malam sekitar jam 1, terasa gempa bumi yang besarnya 5.3 skala Richter. Itu kata BBC, sih... Waktu kejadian saya masih belum tidur. Gempanya lumayan kenceng. Awalnya terasa seperti getaran kalo ada truk gede lewat depan rumah. Tapi anehnya terjadi agak lama, dan makin lama makin besar, sampe rumahnya bergemeretak berbunyi nyaring.

Kala itu saya sedang di kamar dan baru agak lama nyadarnya bahwa yang sedang terjadi adalah gempa. Telat banget deh mikirnya :D Langsung saya bergegas keluar kamar, mengetuk pintu kamar temen saya, dan ternyata teman saya lagi baru bangun. Dia terbangun juga gara2 getaran gempa itu. Teman yang tinggal di kamar di lantai bawah juga keluar dari kamarnya. Kita pun panik. Gak tau mau ngapain, dan memutuskan untuk kembali saja ke kamar masing2.

Setelah itu saya kembali ke kamar dengan masih gemeteran. Yah, maklumlah, belum pernah menghadapi kejadian gempa bumi yang sekenceng itu sebelumnya. Rumah2 di UK ini kebanyakan kerangkanya kayu. Lantainya saja sering bergemeretakan.

Paginya ngobrol2 sama temen2 yang lain dan ngecek di BBC di internet, dan ternyata gempanya lumayan juga besarnya. Dan pusat gempanya berada di kota Lincoln, yang notabene cuman berjarak 30 menit mobil dari kota tempat saya tinggal. Gak tau deh dalam rangka apa gempanya.

Anyway.... bersyukur sampai hari ini masih diberi hidup. Fiuhh... bisa saja keadaan yang lebih buruk terjadi. Semoga aja gak ada lagi gempa susulan.

Labels:

Wednesday, February 20, 2008

Habis Foggy Terbitlah Frosty

Beberapa hari ini cuaca jadi dingin banget. Temperatur jatuh di bawah nol. Pertandanya, tiap pagi tampaklah bekuan - bekuan bunga es di permukaan dedaunan, rumput-rumput, batang-batang pohon dan beberapa di atap2 mobil. Gak sampe bersalju tebal, sih....

Pagi ini temperatur sekitar -6 C. Tidak sedingin kemarin, sih. Kemarin sekitar -8 C. Untungnya di dalam bis ada pemanas, juga di dalam ruangan. Meskipun kadang pada siang hari matahari tampak terang bersinar, ternyata tak cukup untuk melelehkan bunga - bunga es di dedaunan; karena pada sore harinya bunga - bunga es itu masih tetap di tempatnya.

Winter masih aktif tampaknya. Saya pikir sudah akan spring. Mungkin agak kurang asik untuk berjalan - jalan kalau masih winter begini. Ademm....

Makanan di sini rada garing. Kebanyakan rasanya hambar. Bahkan makanan di kantin sekolah. Berhubung sekolahnya terletak di tempat terpencil, di tengah - tengah perladangan, maka tak ada pilihan lain kalo mau makan di luar. Di rumah lebih jarang makan. Makan malam lebih sering tidak bersemangat, sedang sarapan pagi paling - paling cuman bikin telor goreng sama roti bakar.

Apalagi ya yg mau dicritain dari sini? Itu - itu aja sih sebenernya. Gak ada yang baru. Hehe...

Berada di UK ini sebenernya asik juga buat jalan - jalan dan menambah wawasan tempat yang dikunjungi. Tapi entah mengapa rasanya kesepian ya? Apakah karena gak nemu komunitas sebangsa di sini? Atau lebih karena jarak tempat dari negara asal mempengaruhi perasaan kesepian? Atau karena yang lain?

Kayaknya cocok banget nih sama lagunya Michael Buble yang berjudul Home:

............
Maybe surrounded by
A million people I
Still feel all alone
I just wanna go home
Oh, I miss you, you know

.........
Let me go home
I’m just too far from where you are
I wanna come home


(Home, Michael Buble)

Labels:

Wednesday, February 13, 2008

Foggy day in Newark

Pagi ini di luar berkabut tebal. Dingin. Mungkin temperatur udara sekitar 4-5 C, kata temen. Sampai malam masih juga berkabut. Tadi sore keluar sebentar ke supermarket, brrrrr.... dinginnya bikin menggigil. Dinginnya tajam menusuk kulit.

Oh iya, lagi suka puisinya Sapardi Djoko Damono, yang berjudul Aku Ingin.

Aku Ingin


Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada

Labels:

Saturday, November 17, 2007

How is it like to work in an MNC?

My company is a good example of a totally multinational company. It has offices all over the world, and the employees in all the offices are really a mixture of multi nationalities. In my current office, for example, among my managers are from Brazil, Libya, Kamerun, Norway, Indonesia, Iran, Canada; my colleagues were once from Japan, Malaysia, Vietnam, Venezuella. And, of course, not forgetting to mention the local employees.

Well, it's somewhat interesting to meet people from different nationalities. I like the experience. The first thing I can notice about the difference is the accent. Although all speak the same English, yet different accent is noticeable. Arabian English tends to be bubbling, Japanese English tends to be having strokes/hard tones and short, etc.

In addition, a generalization could be drawn about the relationship between nationalities and character/ work ethic. Japanese is hard worker, Arabian tends to be tough, and good in controlling people, and Indian is generally very strong in argumentation. Well, not always true though; it depends on the individual.

Well, yeah, so far it's just fine to work and live in diversity. To me, the difficult part is to be persistent against the external influences and cultures that not all are good. Once, one of my managers said, "In this company, if you are not strong with what you believe, you will get drown easily (in bad influences)." Yes, I agree. Party and drinking (alcohol) are always in one package of several company functions. And, not to mention about the working load that can turn non smoker into smoker.

May be for those who have never been exposed to these kind of environment would say 'what's difficult to avoid drinking?'. Yes, that's what I used to think. In the country where I am from, I seldom see people are drinking; especially around me. And, I seldom see female drinks, or never. Actually, out there, alcohol is a drink just for everybody, male or female, wherever, whenever. And, that's the kind of environment where I am now. Almost everybody around me drinks, and I often go to party with them.

Thankfully, up to now, I never drank. I did not drink. Sometimes, the temptation to try drinking existed; yet I managed to decline. Can you imagine? When you are in a function, all people around you drink and you are offered to try a drink by a close friend of yours? And, it did not only happen once, but for several times? May be it's easier for me to avoid that because I am female. But for guys, I believe it's gonna be difficult.

That's an example of big things, drinking habit influence. There are also a lot of 'small' things, which are actually not small. For instance, being persistent in doing fasting while people around you are not doing, doing prayer while time and place do not permit. I can tell you, it's not easy.

Anyway, it's good time for me to test how strong I am with what I believe. If I can't pass it, so I am not strong enough....

Labels: ,

Friday, November 09, 2007

Setelah Setahun Bekerja....

Akhirnya genap sudah setaun saya melepas status pelajar, dan beralih menjadi bagian dari komunitas tenaga kerja. Meski demikian, sering kali saya tidak menyadari bahwa saya bukan anak sekolahan lagi; merasa masih kecil.

Kesan – kesan setelah setahun bekerja……

Macem – macem, dan menarik, terutama bekerja pada perusahaan servis sumur ini.

Banyak pengalaman yang diperoleh, terutama pengalaman psikologis. Sekitar tiga bulan pertama bekerja merupakan masa – masa yang berat. Masa adaptasi dengan bidang pekerjaan baru, lingkungan baru, dan orang – orang baru. Belum lagi ada target belajar yang ber-deadline. Ini nih yang bikin capek sebenernya, sekitar 30 modul harus selese dalam 3 bulan. Trus, ada ujian akhir nya segala. Bener – bener ngerasa jadi full time anak sekolahan. Sampai bingung, sebenernya udah kerja apa masih sekolah, ya? Lha wong milih kerja karena udah capek sekolah, kok… hehe..

Setelah lolos masa – masa itu, masuklah ke masa yang tak kalah sulitnya, masa training intensive. Dua bulan sekolah, dengan tiap minggunya ada ujian. Kalo dapet nilai jelek 2 kali, akan dipulangkan ke rumah orang tua masing – masing. Menantang sekali memang! Dari 18 orang temen sekelas, 2 orang dipulangkan dengan sukses. Huhu…

Untungnya kehidupan menjadi agak lebih baik setelah pulang dari sekolah. Paling tidak lebih ngerasa jadi orang bekerja, bukan anak sekolahan. Tapi, tanggung jawab memang menjadi agak lebih.

Pelajaran yang sangat berharga dari pekerjaan saya ini adalah proses transformasi posisi secara cepat. Saya direkrut sebagai engineer, yang.nantinya akan membawahi para supervisor dan anak buahnya di lapangan. Sebagai orang baru, biarpun engineer, tentu saja saya gak ngerti apa – apa. Dan belajar benar – benar dari bawah. Di lapangan saya belajar dari para supervisor dan anak buahnya. Bagi saya, masa – masa itu bukan masa yang sulit; saya bisa belajar dari siapapun. Sulitnya justru ketika saya harus mulai memimpin di lapangan. Memperoleh respect dari orang yang biasanya menjadi atasan kita dan membuat mereka bersedia menerima kita sebagai atasan. Itu tidak mudah. Terlebih lagi proses transisi ini harus dijalani dengan cepat, kurang dari setahun. So far, untungnya proses ini berjalan baik – baik saja karena saya bekerja dengan orang – orang yang berbesar hati mau dipimpin. Dan, benar – benar pelajaran berharga dalam hal the art of gaining respect ;)

Yang masih belum berhasil untuk saya pelajari adalah the art of menjadi galak. Saya dikritik karena terlalu ‘soft’ kepada orang. Kadang saya bekerja dengan orang – orang yang malas. Susahnya adalah untuk memaksa mereka bekerja, sedangkan saya merasa kesulitan kalau harus memaksa orang. Ok, sampe saat ini saya masih belom berhasil. Let see apakah sebentar lagi saya bisa jadi galak? Tapi mungkin bisa dengan teknis yang berbeda tanpa harus menjadi galak.

Selain kesulitan, ada juga enaknya pekerjaan ini. Sering kerja bareng sama orang dari seluruh belahan dunia, sering party, sering makan – makan, sering jalan (hampir setiap bulan terbang), jatah cuti 48 hari setahun dan dibayar, sering nginep di hotel (baru sejak kerja jadi pernah nginep di hotel, kasian yah…:D).

In conclusion, so far pekerjaanku masih tampak menarik, meskipun ada bagian yang sulit – sulitnya. In one word, it’s an enRICHing job ;D

Labels:

Saturday, February 24, 2007

Nonton pilem indihe di indihe, kurang apa coba!

Tadi barusan pulang dari nonton bioskop bareng temen - temen kantor.
Mereka ngajak nonton sebuah filem baru yang berjudul "Honeymoon Pvt. Ltd".
Pilem tentang beberapa pasangan baru yang ikutan paket tamasya hanimun-nya sebuah perusahaan travel Honeymoon Pvt. Ltd. Oh iya, filemnya tentu saja berbahasa india, dan tanpa teks. Biasalah, tipikal filem india, yang kadang jalan ceritanya bisa dimengerti tanpa harus mengerti bahasanya. hahaha...
Kali ini barengan nonton saya ada juga yg gak ngerti bahasa india, seorang teman dari libya.

Di India sini, aku mencetak rekor baru dalam sejarah pernonton bioskopanku.
Dalam sebulan ini, sudah 4 kali saya nonton bioskop. Gak tanggung - tanggung, yang ditonton pilem india semua, lagi!

Belum pernah nonton filem barat di sini, hahaha... Abis, filem barat nggak ngetop di sini. Orang sini cinta pada produk tanah airnya. *mestinya gitu, ya*

Di rumah aja saya jarang nonton pilem india di tipi, nah ini... pake ke beskop segala! hahaha...
Jangankan nonton pilem india, nonton di bioskop aja saya jarang2. Di Singapore, selama sekitar 6 tahun di sana, mungkin baru 3 atau 4 kali nonton bioskop. :D
Di Indonesia, mungkin nonton bioskop sekitar 10 kali, bahkan mungkin kurang dari itu, udah termasuk wajib nonton pilem Tjut Njak Dien di bioskop waktu jaman SD dahulu :D

Kurang apa coba, nonton pilem india, di india, bersama masyarakat india. huehehe.. keren, kan? :D

Tentang filem2 yang saya tonton sebelumnya:
1. Salaam e Ishq (Tribute to Love)
Filem ini nyontek ide ceritanya Love Actually. Gak kreatif :S Tapi, lagu2nya lumayan sih.

2. Traffic Signal
Filem ini temanya adalah dokumenter tentang kehidupan masyarakat yang kehidupannya berpusat di lampu lalulintas. Lampu lalu lintas dengan segala dinamika kehidupan sosial dan budaya masyarakat yang tinggal di sekitarnya. Diceritakan di dalamnya, kehidupan pengemis, pedagang kaki lima, preman, prostitutes, orang nipu2, dan lain2. Kalo filem ini ada terjemahannya, pasti bagus. Juga, kalo filem Indonesia ada yang seperti ini, pasti juga bagus.

3. Black Friday
Filem ini juga bertema dokumenter tentang tragedi pemboman pada tahun 1993. Filem ini sedang marak2nya jadi hal yang kontroversial di negara ini. Mulanya saya nggak ngerti kenapa kontroversial, tapi setelah nonton filemnya, saya jadi tau kenapa. Dalam filem ini di-compile dari fakta2 hasil pengusutan kasus2 teror bom yang terjadi di India ketika tahun 1993. Yg saya tangkap dari filem ini, teror2 bom ini berkaitan dengan konflik agama Islam dan Hindu di India. This movie made me, as a moslem, feel bad. Yang bikin sedih adalah karena agama Islam yang cinta damai ini, namanya disalahgunakan oleh pihak2 yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan hal2 destruktif. Sebal!!!

Okeh, enough about that controversial movie, dan kembali tentang pilem indihe.
Harga tiket bioskop di sini relatif murah jika dibandingkan dengan di Sgp. Dari filem2 yang saya tonton, range harga tiketnya berkisar antara 80 rupee (SGD 3) - 180 rupee (SGD 7). Yang 180 itu udah lumayan mahal banget. O iya, filem India itu selalu lamanya 3 jam !! Dan di tengahnya ada break sekitar 5 - 10 menit. Pertama kali nonton saya nggak ngerti, kirain filemnya udah selesai. Eh, ternyata itu cuman break doang, dan abis itu filemnya dilanjutkan lagi. hahaha... Saking panjang nya gitu lhooo....
Juga, waktu break ada pedagang resmi bioskop yang menjual snack ke dalam. Dan penonton juga bisa memesan makanan sebelum masuk dan nantinya diantarkan ke tempat duduk ketika filem sudah dimulai. Unik, ya :D

Saya pernah bertanya ke teman saya yg orang sini tentang mengapa filem India selalu ada lagu - lagu dan tari - tariannya. Kata teman saya, karena filem India itu durasinya panjang, jadi lagu dan tari dipakai untuk menghabiskan jatah durasi. :D

Pernah saya masuk ke sebuah komplek studio filem di Mumbai, namanya Kamal Amrohi Movie Studio. Komplek ini besar sekali; ada taman - taman yang luas, rumah - rumahan, kantor - kantoran. Dan kadang salah satu rumah disulap menjadi rumah-sakit2an. Saya sebenernya pengen banget ngeliat gimana syuting pas adegan nyanyi dan nari, tapi sayangnya waktu itu lagi gak ada syuting adegan nari dan nyanyi. Tertarik gimana caranya mengkompakkan gerakan orang sekampung yang tau - tau muncul dari balik pohon dan pada bisa nari tarian yang sama :D

Lumayanlah, daripada nggak ada kerjaan di rumah, diajakin temen - temen nonton pilem beskop, mau aja. Itung - itung buat belajar bahasa india dikit - dikit. :D

Labels:

Thursday, February 22, 2007

Awal musim panas

India sudah mulai memasuki awal musim panas. Kalau malam udah terasa panas. Di rumah, kemaren - kemaren biasanya jarang pasang AC, sekarang 2 AC di ruang tamu dinyalain semua, juga di kamar. *hehe, gak pa pa, listrik dibayarin kantor inihh :D*

Kabarnya kalo musim panas, suhu di kota Mumbai bisa mencapai 40 C. Malah denger2, di daerah lebih ke utara lagi, misalnya Delhi, Rajasthan, suhu bisa mencapai 50 C. Fiuhhh... Daerah di utara memang extrim. Kalo musim dingin, dinginnya minta ampun bisa sampe minus, tapi kalo musim panas bisa meleleh juga.

Katanya, musim panas akan berlangsung dari bulan Maret sampai Mei. Juni - Juli musim ujan, abis itu Agustus - September musim kemarau (bener gak ya yg ini?), Oktober - February musim dingin. Musim duren kapan ya ?
Oh iya, btw, di sini jarang banget liat duren, kayaknya belom pernah liat duren di sini. Apa pas gak musim aja, ya?

Bulan lalu sempat ngerasain dinginnya winter sampe 5 - 7 C waktu malem, di Gujarat. Baru kali itu ngerasain suhu sedingin itu (gak termasuk pas di Snow City, lho), maklum, manusia daerah tropis. Rasanya persendian2 jadi kaku. Padahal udah pake baju berlengan panjang dan berlapis - lapis. Malah kata teman, di daerah utara, Jammu Kashmir bisa di bawah nol C. Itu mah gak perlu nyalain kulkas di rumah :D

Moga - moga di musim summer ini aku nggak ke daerah utara India, deh. Huehehe.. males panas2 di utara.
Moga - moga summer ini di South East Asia ; )

Labels: