Monday, March 12, 2012

Negara Egaliter

Norwegia ini negara yang egaliter, menempatkan semua warga negaranya di  posisi yang kurang lebih sejajar. Tidak menghendaki adanya jurang perbedaan yang terlalu mencolok antara satu dan lainnya. Keegaliterannya itu tecermin di segala aspek kehidupannya.

Gaji. Standar gaji di NO tergolong tinggi. Ya, tentu saja untuk mengimbangi biaya hidup yang juga tinggi. Maklum, NO termasuk negara termahal di dunia. Tapi, serendah - rendahnya gaji di sini, pasti cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup. Asalkan seseorang bekerja, pasti bisa hidup layak. Selain itu, perbedaan gaji antara bos dan tukang sapu dibuat sedemikian hingga tidak terlalu jauh. Yang mengontrol adalah pajak. Pajak yang semakin tinggi bagi yang bergaji tinggi. Menambah jumlah pekerjaan juga akan menambah besar pajak. Kesimpulannya: standar gaji diberi batas bawah dan batas atas sehingga perbedaannya tidak terlalu jauh.

Bahasa. Struktur bahasa NO juga mencegah adanya perbedaan status sosial. Tidak ada vocabulary untuk 'anak buah', yang ada 'kolega'. Bukan mengatakan 'orang yang bekerja untuk saya' tapi 'orang yang bekerja dengan saya'.

Pekerjaan. Hubungan pekerjaan antara bos dan anak buah cenderung sejajar. Anak buah bukan orang yang harus mau di 'plokotho' oleh bos. Sebaliknya, konon kabarnya bos sering lebih menderita karena di 'plokotho' oleh anak buah nya yang menolak untuk over time jika ada kerjaan yang belum selesai. Kalau mau jadi bos kaya dan suka sok, bukan di sini tempatnya hehehe...

Keegaliteran begini ada plus minusnya. Minusnya, membuat orang malas berusaha, malas berprestasi. Plusnya, mau ditakdirkan lahir di dunia dengan bakat dan keahlian apapun (atau tanpa keahlian pun) pasti bisa hidup layak. Tidak ada pressure jika anak-anaknya kurang pandai di sekolah, karena toh asal mau bekerja apa saja di kemudian hari pasti bisa hidup layak.

Bagus juga, sistem ini jadi membuat takdir tidak begitu terlihat menyeramkan.