Friday, February 29, 2008

Gempa bumi

Dua hari yang lalu di sini, tengah malam sekitar jam 1, terasa gempa bumi yang besarnya 5.3 skala Richter. Itu kata BBC, sih... Waktu kejadian saya masih belum tidur. Gempanya lumayan kenceng. Awalnya terasa seperti getaran kalo ada truk gede lewat depan rumah. Tapi anehnya terjadi agak lama, dan makin lama makin besar, sampe rumahnya bergemeretak berbunyi nyaring.

Kala itu saya sedang di kamar dan baru agak lama nyadarnya bahwa yang sedang terjadi adalah gempa. Telat banget deh mikirnya :D Langsung saya bergegas keluar kamar, mengetuk pintu kamar temen saya, dan ternyata teman saya lagi baru bangun. Dia terbangun juga gara2 getaran gempa itu. Teman yang tinggal di kamar di lantai bawah juga keluar dari kamarnya. Kita pun panik. Gak tau mau ngapain, dan memutuskan untuk kembali saja ke kamar masing2.

Setelah itu saya kembali ke kamar dengan masih gemeteran. Yah, maklumlah, belum pernah menghadapi kejadian gempa bumi yang sekenceng itu sebelumnya. Rumah2 di UK ini kebanyakan kerangkanya kayu. Lantainya saja sering bergemeretakan.

Paginya ngobrol2 sama temen2 yang lain dan ngecek di BBC di internet, dan ternyata gempanya lumayan juga besarnya. Dan pusat gempanya berada di kota Lincoln, yang notabene cuman berjarak 30 menit mobil dari kota tempat saya tinggal. Gak tau deh dalam rangka apa gempanya.

Anyway.... bersyukur sampai hari ini masih diberi hidup. Fiuhh... bisa saja keadaan yang lebih buruk terjadi. Semoga aja gak ada lagi gempa susulan.

Labels:

Wednesday, February 20, 2008

Habis Foggy Terbitlah Frosty

Beberapa hari ini cuaca jadi dingin banget. Temperatur jatuh di bawah nol. Pertandanya, tiap pagi tampaklah bekuan - bekuan bunga es di permukaan dedaunan, rumput-rumput, batang-batang pohon dan beberapa di atap2 mobil. Gak sampe bersalju tebal, sih....

Pagi ini temperatur sekitar -6 C. Tidak sedingin kemarin, sih. Kemarin sekitar -8 C. Untungnya di dalam bis ada pemanas, juga di dalam ruangan. Meskipun kadang pada siang hari matahari tampak terang bersinar, ternyata tak cukup untuk melelehkan bunga - bunga es di dedaunan; karena pada sore harinya bunga - bunga es itu masih tetap di tempatnya.

Winter masih aktif tampaknya. Saya pikir sudah akan spring. Mungkin agak kurang asik untuk berjalan - jalan kalau masih winter begini. Ademm....

Makanan di sini rada garing. Kebanyakan rasanya hambar. Bahkan makanan di kantin sekolah. Berhubung sekolahnya terletak di tempat terpencil, di tengah - tengah perladangan, maka tak ada pilihan lain kalo mau makan di luar. Di rumah lebih jarang makan. Makan malam lebih sering tidak bersemangat, sedang sarapan pagi paling - paling cuman bikin telor goreng sama roti bakar.

Apalagi ya yg mau dicritain dari sini? Itu - itu aja sih sebenernya. Gak ada yang baru. Hehe...

Berada di UK ini sebenernya asik juga buat jalan - jalan dan menambah wawasan tempat yang dikunjungi. Tapi entah mengapa rasanya kesepian ya? Apakah karena gak nemu komunitas sebangsa di sini? Atau lebih karena jarak tempat dari negara asal mempengaruhi perasaan kesepian? Atau karena yang lain?

Kayaknya cocok banget nih sama lagunya Michael Buble yang berjudul Home:

............
Maybe surrounded by
A million people I
Still feel all alone
I just wanna go home
Oh, I miss you, you know

.........
Let me go home
I’m just too far from where you are
I wanna come home


(Home, Michael Buble)

Labels:

Sunday, February 17, 2008

Derajat dari sebuah sifat

Saya baru menyadari sesuatu: bahwa sebuah sifat manusia itu bisa berbeda derajatnya tergantung dari bidang penerapannya.
Jadi begini, kalo kita mengatakan bahwa seseorang itu pemberani, sabar, jujur, atau sifat apapun, maka belum tentu sifat itu akan berlaku dalam segala aspek kehidupannya.
Contoh yang gampang aja, seorang yg berani sama hantu, ternyata takut sama tikus. Hehe... mungkin contohnya terlalu gampang, yah...

Suatu hari saya pernah mengikuti talk di kantor. Dan pembicaranya membuat simulasi tentang 'risk taking'. Dia ingin mengelompokkan orang sesuai dengan jenis resiko yang berani diambilnya. Jadi begini: pembicara mengemukakan beberapa skenario dan peserta talk diminta untuk mengelompokkan diri sesuai dengan tingkat resiko yang berani diambilnya. Skenario pertama: naik roller coaster yang paling tinggi; yang berani naik roller coaster dan duduk di kursi paling depan disuruh masuk kelompok 1, yang berani di kursi tengah masuk kelompok 2, dan yang tidak berani naik sama sekali masuk kelompok 3. Dan terbentuklah kelompok2 itu. Lumayan banyak yang masuk kelompok 1, dan beberapa di kelompok 2 dan 3. Saya masuk di kelompok 1 :D

Skenario berikutnya adalah bermain - main di pantai. Kelompok 1 adalah yang berani main sampe ke tengah dekat batas laut, kelompok 2 adalah yang bermain sampai batas aman, dan kelompok 3 adalah yang cuman di tepi pantai pasir. Menariknya, beberapa orang yang tadinya di kelompok 1 jadi berpiindah ke kelompok 2 atau 3, dan juga sebaliknya; ada yang pindah ke kelompok 1. Hmm.. saya pindah ke kelompok 3, gara2 gak bisa berenang :D

Menarik ya, ternyata sifat berani itu tergantung bidangnya. Sebelumnya, saya berpikir, bahwa kalo seseorang itu berani, maka dia pasti berani dalam hal apapun.

Dan sebagai ekstrapolasinya, saya juga jadi berpendapat bahwa sifat - sifat manusia yang lain juga berderajat, tergantung bidangnya. Mungkin seseorang itu sabar dalam bidang A, tapi tidak sabaran dalam bidang B. Mungkin tepatnya bukan bidang, tapi situasi dan kondisi, yah...

Eniwai... hari ini matahari bersinar terang, tapi ademnya gak karuan. Tadi pagi, butir2an es putih tampak menutupi perladangan yang dilalui sepanjang jalan ke sekolah. Brrr....

Labels:

Thursday, February 14, 2008

Foggy day in Newark

Pagi ini di luar berkabut tebal. Dingin. Mungkin temperatur udara sekitar 4-5 C, kata temen. Sampai malam masih juga berkabut. Tadi sore keluar sebentar ke supermarket, brrrrr.... dinginnya bikin menggigil. Dinginnya tajam menusuk kulit.

Oh iya, lagi suka puisinya Sapardi Djoko Damono, yang berjudul Aku Ingin.

Aku Ingin


Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada

Labels:

Tuesday, February 12, 2008

Log out of India

Setelah sekitar 1 tahun 4 bulan bertugas di negeri India, akhirnya seminggu yang lalu, masa penugasan itu berakhir sudah. Hari terakhir di kantor malah jadi hari yang sibuk sampai2 nggak sempat pamitan secara proper kepada teman2 di kantor. Sibuknya itu karena saya harus mem-back up teman yang lagi outstationed dan sekaligus menyelesaikan tugas2 sendiri. Dari pagi udah sibuk, bahkan sampai malam pun saya masih harus memonitor job yang lagi akan di eksekusi di lokasi. Padahal, saya belom packing! Kayaknya baru bisa tidur jam 2 malam. Ato lebih ya? lupa...

Pagi harinya minta dijemput dianterin ke bandara pagi jam 10. Log out kok barangnya cuman 2 koper dan 1 tas back pack. Lumayan ringkas untuk ukuran cewek. hahaha... Biasanya kalo cewek kan barangnya banyak banget. Biasa... gara2 suka shopping. Hehe... bukannya saya gak suka shopping, tapi beberapa minggu yang lalu saya sudah sempat memulangkan sebuah tas besar barang2 waktu mudik. Itupun sudah lumayan banyak barang yang ditinggalkan.

Akhirnya, jam 1.30 siang boarding, pesawat BA198. O iya, saya sebel sama penerbangan ini, soalnya bagasi nya ketat, masak cuman dibolehin cek in 1 koper! Males deh! Jadi deh di bandara bongkar2 koper yang sudah rapi. Mana bagian security cerewet yang nyuruh buka koper gara2 dicurigai membawa botol kecap berlebihan. *halah* Gak asik deh pokoknya. Kenyamanan penerbangan itu salah satunya adalah ttg bagasi, sodara2!

Sekitar jam 6.30 malam mendaratlah saya di Heathrow, London. Sehabis ngambil bagasi, keluar nyari taksi. Wuzzzz sesaat bersentuhan dengan udara dingin London, langsung menggigil. Cepet2 nyari taksi, tujuan: rumah mbak Fajar dan mas Nanang. Nyodorin tulisan alamat ke supir taksi, dan sesaat kemudian meluncur ke tujuan. Taksi berjalan agak lambat, namun argometer melaju kencang. Baru 1/5 perjalanan sudah mencapai angka 15 Poundsterling. Panik. Takut duit di kantong gak cukup :S Menenangkan diri dengan harapan kalo kurang bisa minjem duit di mbak Faj. dulu *grin, gak sopan yo Jar...* Alhamdulillah alamat yg dicari ketemu, dan gak perlu minjem duit :D

Semalam nginep di tempat mbak faj. Ada yang beda pada kunjungan kali ini. Pertama, rumahnya beda, rumah sendiri. Kedua, udah ada Aisha... hihi.. Dulu kan Aisha masih di perut. hihi... Malemnya bobok sama Aisha, lhoo... Bukan di box bayi :p Aisha mirip bayi jepang dehhh... Kayaknya gara2 si ibu suka maem sushi waktu hamil yaaa??? hehehe...

Akhirnya, seminggu di UK pun berlalu. Tinggal di kota yang sama, tapi beda penginapan. Minggu kemaren temen2 pada jalan ke London, saya memilih tinggal di rumah. Ada hal yang lebih menarik untuk dikerjakan soalnya, hahaha... Nantilah kalo jalan2nya ke tempat yang saya belom pernah, saya baru mau ikutan :D

Ya wes lah... ngantuk sodara2.. mo bobok dulu...

Labels: