Sunday, July 31, 2005

Survival kits (terutama buat anak kost)

Pengalaman kos (baca: jauh dari rumah) selama kurang lebih 7 tahun telah mengajarkan banyak hal, diantaranya adalah pengetahuan ttg "obat2an" darurat kalo sakit dan sebangsanya. Sebisa mungkin saya menghindari penggunaan obat2an dipasaran, kecuali kalo sudah kepepet; juga kecuali vitamin :D
Berikut ini adalah beberapa survival kits yg berhasil dikumpulkan dan sudah dibuktikan kemanjurannya :D
  1. Flu (dan batuk)
    Penyakit ini sering menyerang dikala pergantian musim atau kalo emang lagi musim flu :D
    Penyakit flu ini sangat menyiksa. Kalo sudah kena, bisa panas dingin, pusing, meler2, tepar abis deh pokoknya. Dan parahnya, penyakit ini sangat mudah menular. Kalo sudah ada satu orang di sekitar yang kena, kalo pertahanan tubuh lemah sedikit, langsung ikutan kena juga. Anyway, beberapa resep yg sudah diamati (berdasarkan pengamatan pribadi, sih) manjur dalam hal penyakit flu ini antara lain:

    a. Pencegahan
    Untuk mencegah terkena flu dapat dilakukan beberapa hal:
    Minum vitamin C secara teratur, sehari 100 mg. Kalo sedang ada wabah, bisa ditingkatkan menjadi 500 mg sehari. Penderita penyakit maag harap berhati2 dalam mengkonsumsi vitamin C dosis tinggi karena dapat menyebabkan kambuhnya maag. Kalo bisa, mengkonsumsi vit C setelah makan berat, jangan ketika perut sedang kosong. Lebih baik lagi bila vitamin C nya jenis yg tidak mengandung acid, contoh: Ester C.
    Jika vitamin C sedang tidak tersedia, bisa diganti dengan mengkonsumsi teh. Iya, minuman teh yg biasa itu. Bisa dikonsumsi sehari sekali atau dua kali sehari ketika wabah. Menurut beberapa sumber, teh disebutkan mengandung anti oksidan dan kaya beberapa vitamin, kalo gak salah vitamin C.
    Tapi, kalo ternyata sudah mulai terkena gejala2 akan flu yg sudah menyerang tenggorokan, e.g. tenggorokan udah mulai gatal2, sebaiknya tidak mengkonsumsi teh yg terlalu manis; karena hal ini akan menyebabkan gatal2 di tenggorokan makin parah.

    b. Pengobatan
    Kalo sudah terkena flu, atau jika upaya2 pencegahan di atas gagal, yah.. apa boleh buat, mesti diobati. Karena penyebab flu adalah dari jenis virus, maka inti cara pengobatannya adalah dengan mempertahankan dan meningkatkan daya tahan tubuh sampai masa siklus hidup virus itu berakhir; virus tidak dapat dibunuh, bukan ? (refer to pelajaran Biologi). Obat flu yg beredar di pasaran bukan untuk membunuh virus flu tapi hanya untuk menghilangkan gejala2 yg mengganggu akibat penyakitnya, contoh: demam, pilek, dll. Pengobatan flu dapat dilakukan dengan dengan meminum air putih sebanyak2nya. Tujuannya adalah untuk menggelontor (== to flush) virus flu dari peredaran darah. Semakin banyak minum air, semakin cepat virus keluar dari tubuh. Dan untuk meningkatkan daya tahan tubuh, konsumsi vitamin C ditingkatkan, kalau perlu sampai 1000 mg perhari; dengan tetap memperhatikan aturan minum vitamin C biar nggak sakit maag.
    Jika flu disertai dengan gejala batuk2 dan tenggorokan gatal, kalo bisa air putih yg diminum adalah air hangat; untuk meredakan gatal2 tenggorokannya itu. Kalo batuknya udah parah, sebaiknya minum obat batuk.

  2. Diare
    Penyakit diare bisa dicegah, kalo memang sebelumnya mengetahui kira2 akan terkena penyakit diare. *Emangnye gue anak dukun ?*
    Bukan.. bukan..., misalnya, setelah makan cream keju baru nyadar bahwa cream keju itu sudah kadaluarsa setahun yang lalu. *huah, ini sih pengalaman pribadi, gara2 kejunya si irme ! :S*
    Dalam keadaan demikian dan sebangsanya, terjadinya diare masih bisa dicegah.

    a. Pencegahan
    Kalau sedang ada yoghurt, minumlah yoghurt. Kalo nggak ada, bisa digunakan teh pahit kental tanpa gula. Bisa menggunakan teh celup atau teh biasa. Diseduh dalam air panas sampai cukup hitam, kemudian diminum tanpa gula. Nggak usah banyak2, tapi juga nggak terlalu sedikit, cukup segelas aja.

    b. Pengobatan
    Kalo sudah terlanjur kena diare, pengobatannya adalah dengan menggunakan teh pahit kental juga. Khasiat teh kental ini bahkan lebih hebat dari obat diare biasa yg tersedia di pasaran. Teh pahit ini tujuannya adalah untuk menghentikan pembuangan yg berlebihan (baca: mencri2). Jika arus diare sudah mereda, hendaknya tidak mengkonsumsi makanan yg dapat memicu pengeluaran lagi selama sekitar 2-3 hari, contoh: sambal, pepaya, coklat, susu.

  3. Stress

    Stress... bisa terjadi pada siapa saja, bukan penyakit menular ataupun penyakit keturunan. Penyakit psikis. Beda orang, beda cara menghadapi stressnya. Ada yang menghilangkan stress dengan bermain2, jalan2, main musik, merokok, minum kopi, dll.
    Tapi, berdasarkan hasil observasi pribadi, stress sangat ampuh untuk dicegah dan diatasi dengan olah raga! Dan olah raga yang paling gampang dan praktis adalah jogging.

    Stress, ditinjau secara fisiologis, merupakan sebuah kondisi tubuh yang tidak dapat kembali secara cepat pada asalnya ketika mendapat external disturbance. Ketika stress, terdapat enzim *atau hormon, yah* yang menyebabkan metabolisme tubuh jadi kacau. Dengan sebuah contoh yg terjadi di dalam tubuh ketika stress: stress menyebabkan pengerutan pembuluh darah, dan pada orang yg tidak terlatih fisiknya, pembuluh darah yg mengkerut ini akan lama untuk kembali pada keadaannya semula. Semakin lama kembalinya, akan semakin lama pula stress ini mendera orang tersebut. Itu baru pengaruh stress pada pembuluh darah, belum lagi pada fungsi jantung, dll. Pembuluh darah yg menyempit akan memberi beban lebih pada jantung dalam memompa darah. Bisa capek tuh jantungnya. *karena itu, salah satu indikator kesehatan adalah detak jantung. Semakin tinggi (>90 detak / menit) menandakan ada sebuah fungsi yg tidak beres dalam tubuh*.

    Olah raga yang dilakukan secara teratur dapat melatih tubuh dan mekanismenya menjadi elastis. Maksud dari elastis adalah dapat kembali pada keadaan semula ketika mendapat external disturbance. Contoh benda yang bersifat elastis adalah karet gelang.
    Ketika kita berolah raga, tubuh (terutama jantung) akan dilatih diberi beban kerja yang lebih berat dari biasanya. Jantung dan pembuluh darah akan bekerja lebih keras daripada ketika keadaan tubuh sedang santai. Pembebanan ini bertujuan untuk meningkatkan batas toleransi tubuh terhadap beban yang lebih berat. i.e. jika jantung terbiasa dilatih memompa berat dengan olah raga, maka pembebanan di bawah itu, meskipun sudah di atas beban normalnya, tidak akan menjadi masalah bagi jantung. Juga, pembuluh darah akan dilatih untuk menjadi elastis dengan pembebanan tsb (karena adanya aliran darah yg lebih deras ketika jantung memompa lebih kuat).

    Dengan kondisi tubuh yg lebih elastis, pembebanan akibat stress hanya akan terjadi sejenak, karena enzim2/hormon2 negatif yg muncul ketika stress akan segera ditekan (==be supressed) efeknya oleh sistem peredaran darah yg baik dan elastis.

    Mari kita lihat sekeliling, biasanya orang yang suka olah raga nggak gampang stress. Kalaupun cepet bete, cepet kembali biasa lagi, dan melupakan ke bete-annya. *hahaha.. ya nggak sih, De ?*

    Memang bener kata pepatah, Mensana in corpore sano *bener gak sih tulisannya ?*.
    Dalam tubuh yang sehat, terdapat jiwa yang sehat pula ! Bener lagi ! Yuk jogging !

    Oh, iya... olah raga yang baik, minimal dilakukan selama 25 menit. Pembebanan jantung selama kurang dari 25 menit tidak menimbulkan efek pelatihan pada jantung. Dan kalo terlalu lama juga nggak baik, nanti kecapean. Ya, secukupnya, jogging seminggu 2 kali, @ 25 - 30 menit.

    Kalo masih muda sih, olahraga ato nggak, belom begitu ngefek. Semua komponen masih berfungsi dengan baik. Efeknya baru akan terasa kalo sudah tua. *sok tua aje, nihhh*
    Olah raga berfungsi untuk membuat komponen2 itu lebih terlatih dan last longer.

Demikian kiat - kiat hidup sehat dari saya, sepanjang yang saya tahu dan praktekkan..
Semoga bermanfaat :D

*disclaimer: jika ada efek samping, hubungi dokter :D dan saya tidak bertanggung jawab huehehehehe*

Wednesday, July 27, 2005

Hobi Ngoleksi

Jika dirunut sejak kecil sampai sekarang, sudah beberapa macam hobi mengoleksi pernah kujalani. Mulai dari hobi koleksi stiker, prangko, mata uang, gantungan kunci, dan stick note/post it. Sampai sekarang semua koleksinya masih ada, hanya saja tidak diteruskan.

Koleksi pertama adalah koleksi stiker. Hobi ini dimulai sejak TK. Bermula ketika kakak yang sudah di SD sering membelikan stiker lucu2. Saking lucu2nya gambar stikernya, merasa sayang untuk ditempelkan. Mendingan disimpen :D Akhirnya, hobi mengumpulkan stiker berlanjut. Setiap ada stiker, selalu disimpan. Ada stiker dari bonus majalah anak2, stiker dari temen2, stiker dari luar negeri, sampai dengan stiker pesan layanan masyarakat :D. Sampai sekarang koleksi stiker masih tersimpan rapi di rumah, dalam sebuah amplop. Anyway, sampai sekarang kalo dapet stiker, selalu disimpen; buat nantinya digabungkan dengan koleksi lainnya di rumah :))

Berikutnya adalah koleksi Perangko (Filately). Hobi ini bermula ketika SD, lupa kelas berapa. Mulanya hanya mengumpulkan perangko dari surat2 dan kartu lebaran yg dikirim ke rumah. Hobi ini kemudian meningkat aktifitasnya di SMP ketika mendapat hibah koleksi perangko dari seorang tante yang juga hobi filately. Mendapat hibah 2 album. Juga, kebetulan di sekolah ada beberapa teman yg berhobi sama. Ketika masih 'on' dengan hobi ini, tukar - menukar, hunting prangko pas pameran prangko, hunting first day cover dan hunting sana - sini sangat aktif dilakukan. Sekarang, sudah nggak lagi. Malah sudah ada sebuah album yang dihibahkan ke sepupu. Sayang sih, sebenernya. Tapi, daripada nggak ada yg ngurusin. Sisanya masih tersimpan rapi di rumah. Tapi kalo ngeliat prangko lucu masih disimpen kok. :D

Hobi ngumpulin mata uang juga pernah. Bermula dari seorang temen SD yang ngasih 1 koin mata uang Spanyol. Kebetulan nggak lama kemudian, dapet tambahan koleksi mata uang Yugoslavia dari bokap dan mata uang Indonesia kuno dari Pak De dan Mbah Kakung. Selanjutnya koleksi tidak berkembang karena tidak pernah dipupuk dan disirami. Kalo dipikir2, buat ngelengkapin koleksi, tinggal pergi aja ke money changer, beli mata uang asing di sana, beres !

Koleksi gantungan kunci masih tersimpan rapi di rumah. Nggak banyak, tinggal yang aneh2 aja. Yang lainnya udah jadi gantungan kunci aktif.

Terakhir, yang dimulai pada pertengahan tahun 2000, sejak sekolah di NTU, adalah koleksi sticknote/post it. Di NTU sering sekali ada pembagian goodie bag *red: barang2 gratisan* yang sering kali berupa stick note. Lucu2 juga stick note nya, warna - warni. Pertama ngumpul satu, dua, tiga, akhirnya banyak. Sekarang udah segepok dan di simpan dalam amplop besar. Sampai sekarang diharapkan masih akan terus bertambah karena di sekolah masih sering ada pembagian goodie bag. *dasar!!*

Berikutnya mau koleksi apa yaaaaa.....

Tuesday, July 26, 2005

Tukang sepatu

Di dekat rumah ada tukang sepatu, tukang perbaikin sepatu. Bapak-bapak, sudah lumayan berumur lanjut, mangkalnya di sebuah space kecil di bawah tangga flat, di sebelah outlet McD. Entah jam berapa bapak itu mulai bekerja, yang jelas tidak terlalu pagi, tapi tutupnya juga tidak terlalu malam, mungkin sekitar jam 9 malam sudah tutup. Tidak banyak tukang sepatu dijumpai di negeri ini. Sepertinya ini adalah tukang sepatu yg kedua yg kutemui; yang satunya di Orchard, mangkal dekat MRT. Kata temen, ada juga di daerah timur; dan mungkin di sana lebih banyak.

Setiap kali melewatinya, selalu ada saja sepatu/sandal yang sedang dikerjakannya, dengan beberapa orang sedang duduk menunggui. Malahan kadang kuda juga jadi pelanggannya *gak diiingg.. bo'ong :D cuman menerima servis sepatu manusia* Ternyata lumayan laris juga. Kirain orang sini suka asal buang barang rusak; orang kulkas dan TV aja kadang ada di tong sampah. *Ada laptop ato camera digital juga gak yahhh ??? :D*

Penasaran juga sama servis perbaikan sepatu di sini, kerusakan apa saja yang bisa diperbaiki oleh tukang sepatu di sini. Apakah bisa mengatasi semua jenis kerusakan ?

Sebenernya sudah lama pengen nyoba merbaikin sepatu ke bapak-bapak itu. Kebetulan baru2 ini sepatu kerja sedang rusak, jebol keliman di bagian perbatasan antara kulit dengan solnya. Tapi berhubung waktu yang tidak tepat, entah pulangnya kemaleman, pergi kepagian, atau males menenteng-nenteng sepatu rusak ke kantor, jadi belum sempat membawa sepatunya ke sana.

Semalem, dengan niatan khusus ingin nyoba bawa ke bapak2 tukang sepatu itu, pulang lebih cepat dari biasanya. Untung belum tutup, dan sedang ada seorang ibu2 sedang menunggui sepatunya diperbaiki. Akhirnya, tiba giliran. Sepatu pun diserahkan. Setelah dicek - cek sebentar, keluar vonis, "wah, nggak bisa ini... ". Sepatu pun diambil kembali sambil mengucapkan trimakasi. Wah, ternyata gak semua kerusakan bisa diatasi, yah. Mungkin kalo di Indo, udah bisa diakalin apaaa gitu; entah dijahit, dilem ditambah sambungan atau gimana... Orang Indo kan lebih kreatif kalo urusan perbaik-memperbaiki. Mungkin standar perbaikan sepatu di sini cukup tinggi, dan nggak berani melakukan perbaikan yang sampai merusak bentuk asli sepatunya. Takut dituntut kali ya.... :D

Yah, sudahlah... memang belum rejekinya sepatunya buat diperbaiki sama bapak itu :D
Makanya.. sepatu kerja jangan sering-sering dibawa lari! *ya, kan lari buat ngejar bis ato MRT :D*

Friday, July 22, 2005

Penggunaan kata "secara"

Aslinya, kata "secara" dipergunakan untuk menyatakan hal - hal seperti yang tergambar dalam contoh2 berikut ini.

Contoh:
"... Pemindahan kekuasaan dan lain-lain dilaksanakan secara seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya..."
*Dari teks Proklamasi, dengan sedikit lupa2 ingat :D*

"Pak Guru menggunakan bahasa Indonesia secara baik dan benar."
*Jadi inget tugas membuat kalimat pas pelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dulu... :D*

Pada 2 kalimat di atas, "secara" dipergunakan untuk menghubungkan kalimat dengan bagian kalimat yang menyatakan cara melakukan sesuatu.

"Secara lokasi, tempat ini sangat strategis."
Pada kalimat barusan, "secara" juga berarti "dari segi".

"Lagu baru penyanyi John Secara keren, deh"
*eh, yang ini gak bener, ding.. :D*

Sekarang, tampaknya terjadi pergeseran makna kata "secara".

Minggu lalu saya kedatangan seorang tamu, temen kos di Bandung. Temen itu memperkenalkan penggunaan baru kata "secara". Sebenernya kata 'secara' yang konteksnya baru ini sudah saya amati beberapa saat yang lalu. Pernah blog walking ke beberapa tempat, kata "secara" baru ini sudah mulai dipakai. Tapi belom terlalu memperhatikan fenomenanya.

Berikut ini adalah beberapa contoh penggunaan kata "secara" yg dibawa oleh temen saya itu. :D

Contoh:

Setting: lagi liat-liat sepatu di toko.
"... wah, harga sepatunya lebih murah di sini, deh. Secara merek ABC, gitu loh!"

Setting: lagi di penginapannya di daerah Orchard.
"Harga sewa penginapan di sini lumayan murah, secara tempat ini cukup strategis, gitu loh!"
"Secara kita belum pernah ke sini, tadi kita jalan-jalannya muter2 di daerah ini aja."

Hmm.. apa hayo arti kata secara di sini ?
Kalo menurut saya, "secara" di sini berfungsi sebagai kata sambung yg berarti "mengingat..".
Atau kalo dalam bahasa Inggris, "considering...".
Dan biasanya, cocok kalo digabung dengan frase "Gitu lohh!"

Wehehehe... aneh2 aja ya perkembangan bahasa Indonesia gaul.
Secara gue bukan anak yang gaul-gaul banget, gitu loh !
*termasuk salah satu contoh :D*

Demikian sodara-sodari, siaran langsung pelajaran bahasa Indonesia dari stasiun RRI cabang Singapura.

Long-Lost Friends.

Gak ada angin, gak ada ujan, kemaren tiba-tiba dikontak oleh teman - teman yang telah lama tak berkontak2an.

Pertama dikontak sama temen sekelas pas di S1 NTU dulu. Temen yg dulu sering sekelompok ngerjain tugas, orang sini, cewek. Udah lama banget kita gak keep in touch semenjakk lulus. Walhasil, semalem tumben2an dia ngontak. Nanya2 kabar, nanya2 kesibukan, dll. Bertuker2an kabar lah kita akhirnya. She is just fine and busy with her work.

Berikutnya, jam 12 malem, tiba2 ada telpon yg tak bernomor. Biasanya kalo begitu sih dari luar negeri. Ternyata beneran, ditelpon sama mantan temen kos yang sekarang berdomisili di U.S. Dia nikah sama orang sana. udah lamaaa banget temen yg satu itu nggak kedengaran kabar beritanya. Kami - kami alumni kos yang lain kalo ketemu (baik online maupun offline) sering nanyain kabar beritanya, tapi nggak pada tau. Dulu aku sempat ngasih dia nomer hapeku di sini, dan ternyata masih disimpannya. *wah, terharu*

Akhirnya semalem ngobrol2 ditelpon sampe lamaaa. Pake acara diundang ke sana segala, bebas biaya akomodasi dan jalan2. Uww.. tempting sekali..
*Maapkeun, bukan saya ndak mau, tapi itu juga masih mahal buatkuww... hahahhaa*
Seru juga. Update2an kabar, menyambung lagi tali silaturahmi. Jadi kangen sama temen2 kos yang lain juga... :'(

Hiks, makasih prens..thank you for still remembering me...
Secara... cuman seorang aku, gitu loh! :D

Wednesday, July 20, 2005

Kualitas dan Kuantitas

There's no quality without quantity.
But, quantity can exist without quality. (iya nggak ya???)

Kuantitas dan kualitas dapat diibaratkan sebagai carrier (pembawa) dan muatannya (yg dibawa).
Kuantitas membawa kualitas.
Syarat adanya sebuah kualitas adalah keberadaan dari kuantitas.
Paling tidak pernyataan ini adalah dalam konteks kehidupan di alam dunia :D

Contoh dalam hal makanan:
Makanan bisa bergizi, meskipun TIDAK BANYAK.
(Syarat adanya gizi: harus ada MAKANAN-nya - No quality without the quantity)
Akan tetapi, makanan bisa banyak, tapi TANPA GIZI.

Contoh dalam bidang fisika:
Pemancaran gelombang siaran radio.
Gelombang AM/FM adalah pembawa (kuantitas) bagi energi bunyi yang dirambatkan (kualitas). Sesampainya di antena penerima, terjadi pemisahan antara gelombang pembawa dan energi bunyi. Energi bunyi akan diperdengarkan sebagai output pada radio, sedang gelombang pembawanya ke laut aja. :D
Konteks yg agak aneh memang, karena energi bunyi sendiri bisa menjadi kuantitas bagi jenis2 energi bunyi yg dirambatkan, misal: bunyi pintu, bunyi klakson, dll.
Paling tidak, pada level teratas, energi bunyi menjadi 'kualitas' bagi gelombang radio AM/FM.

Contoh dalam kehidupan:
Usaha dan rezeki (e.g. harta, keberhasilan, dll).
Usaha - adalah kuantitas bagi rezeki - kualitas.Usaha harus ada, meskipun sedikit (Usaha > 0).

Rezeki, meskipun ini sudah digariskan sebagai takdir, akan tetapi harus dicapai dengan usaha. (Agak membingungkan ya? Takdir kan sudah pasti terjadi, tapi kok masih harus diusahakan ? :D Anyway, jangan dipikirin lah kalo mau aman :)) Kalo mau dipikirin bisa panjaaangg..)

Makanan yang menjadi rezekinya bagi jasmani, harus pula dicapai dengan usaha.
Ibaratnya, makanan sudah tersedia di atas meja, tinggal kita saja yang harus berusaha menggapainya. Itupun sudah tergolong usaha yang kecil.
Bisa pula, makanan sudah tersedia di hadapan kita, tinggal kita saja yang harus berusaha menyuapkannya ke dalam mulut. Ini sudah tergolong usaha terkecil.
Meskipun kalau sedang sangat2 beruntung, kita tinggal buka mulut, bakal ada seseorang yg menyuapkannya ke mulut kita :)). *tapi kan tetap masih harus berusaha mengunyah ?*

Yang berbahaya adalah pada paham fatalisme, dapat beranggapan: Kalo sudah takdirnya, rejeki itu akan datang sendiri walaupun kita hanya diam saja.
Hmm.. mengatasnamakan takdir. Well, this is beyond our scope.

Tapi saya yakin, kalo memang sesuatu itu sudah digariskan oleh takdirnya, meskipun kita maunya diam saja, akan ada eksternal faktor yang membuat kita secara tidak sadar justru mencapainya. Dan berlaku pula sebaliknya. :D

*another renungan iseng2...*

Wednesday, July 13, 2005

Happy Convocation !!!

Seminggu ini sekolah ramai dengan para graduate yang berbaju toga. *bukan tanaman obat - obatan keluarga :D*
Memang, kalo pas lagi hari diwisuda, rasanya "Today is mine!" *yang lainnya nyewa :D*.

Buat temen2 yang sedang wisudaan,
"Selamat yaaa... akhirnya secara de yure dan de facto berhasil melewati tahun - tahun penuh perjuangan di NTU"

Tiring days...
Sleepless nights...
Are now transforming to a fruitfull result.
Congrats, my friends!
Wish you all the best in your future endeavour.

*yuk yuk, pada kerja di kantor sebelah kantorku... ;))*

Friday, July 08, 2005

Current Updates

1. Moving house

Starting from 1 July 2005, I officially moved out from my old house to new house *of course gitu loh! namanya juga pindahan :D*
*Thank you very much for those who have helped in my moving house :D*

Location-wise, it's very convenient, near MRT station and amenities: coffee shops, Seven Eleven, McD, etc. The area is close to down town; it's only 4 MRT-stops away from Orchard, and 2 stops away from my office, yet many many stops away from school :D.

I haven't explored the area yet; need to find wet market and jogging track :D

The house itself is quite spacious. May be because only 2 ppl staying there :))
We are quite lucky that there weren't major cleaning needed when we moved in. The owner seemed to have cleaned everything for us *thanks auntie :D*.

Everything now has been settled. Yet, no internet, no homephone line, no Indonesian-TV channel. The later will need to wait until my friend coming back from Indonesia buying an antena for me :))

2. Weekend in Jkt

Just came back from Jkt.

Attending a friend's wedding on 2nd July, Isti's wedding.
The wedding was very happening. A lot of guests came.
Well, Isti, you looked sooo pretty and matured !! Congrats, Stih..
Wish you a happy and blessed new family.
Looking forward to seeing you again back here in Spore. *Di tempat biasanye tuh, Stih.. ;)*

Visitted a book exhibition in Senayan cum small reunion.
It's coincident that 3rd July was the last day of the exhibition.
Found some interesting books, yet could not find some other. *masih penasaran sama yang satu itu tuh, Mbak! :D*
There was a small reunion with friends in IF, Shinta and Rahmi.
Well, last year, we met for a reunion in Surabaya. Unplanned, the three of us met again in Jkt last weekend. What a coincident!
It's not that we did not ask the others to join, but it's only the three of us could make it.
It's a very rare occasion, considering Rahmi is now posted in Egypt and seldom go back home. Coincidently, last weekend was her one-week vacation.
*Mbak, sayang banget gak bisa ketemuan ama kembarannya :D*
So, where are we meeting next year, guys ??? :))

3. Been here for 5 years!

Been living in Spore for 5 years by 3rd July 2005.
What a long time!