Friday, June 30, 2006

Kriteria sesuatu yang bagus

Menurutku,

Buku yang bagus adalah:
Buku yang bisa bikin seger meski dibaca pas ngantuk.
(Sebaliknya,
buku yang nggak bagus adalah buku yang bisa bikin ngantuk meski dibaca pas lagi seger)

Filem yang bagus adalah:
Filem yang bisa bikin pengen nonton terus meski pertamanya gak pengen nonton.
(Sebaliknya, filem yang nggak bagus adalah filem yang bikin jadi gak pengen nonton meski pertamanya pengen)

Makanan yang enak adalah:
Makanan yang bisa bikin pengen makan meski lagi kenyang.
(Sebaliknya, makanan yg nggak enak adalah.... hmm... kalo lagi laper? kayaknya semua jadi enak deh :D)

Kriteria baju bagus adalah:
baju yang bisa bikin pengen beli meski lagi gak perlu baju baru.

Kriteria jodoh yang tepat adalah:
orang yang bisa bikin ...... meski ........

Monday, June 26, 2006

Nomer cantik: 26 06 2006

Being 27 is great,

Especially when you look 17.

Wednesday, June 21, 2006

Lagu Favorit Baru: Sampai Nanti, Sampai Mati, by Letto

Lagi punya lagu favorit baru, nih... Sebuah lagu dari Letto, sebuah grup musik baru *iya, gak sih :D*.
Judulnya: Sampai nanti, Sampai mati.

Lagu ini jadi favoritku saat ini soalnya: musiknya bagus, dan liriknya pun membangkitkan semangat 45 6789... :D

Entah apakah sebenarnya tema dari lagu ini tentang membangkitkan semangat dari patah hati ato bukan, tapi yg jelas menurutku lagu ini cukup general untuk membangkitkan semangat dalam berusaha.

Mari kita lirik liriknya bersama - sama:
Kalau kau pernah takut mati
Sama…
Kalau kau pernah patah hati
Aku juga iya…

Dan sering kali
Sial datang dan pergi
Tanpa permisi
Kepadamu suasana hati

Tak peduli

Kalau kau kejar mimpimu
salut

Kalau kau ingin berhenti
Ingat tuk mulai lagi

Tetap semangat
Dan teguhkan hati
Di setiap hari
Sampai nanti
Sampai mati
Bagian yang paling aku suka adalah:
Kalau kau ingin berhenti
Ingat tuk mulai lagi
Keren kan?
Sebelom berhenti disuruh ingat untuk memulai lagi. Efeknya, orang jadi males kalo mau berhenti, soalnya usaha untuk memulai sesuatu lagi itu lebih besar daripada kalau udah ngglinding.

Jadi ya...
Tetap semangat dan teguhkan hati,
di setiap hari,
sampai nanti, sampai mati...
*sedikit usaha menyemangati diri sendiri :D*

Sunday, June 18, 2006

Manfaat Pulang Kampung

Minggu kemaren baru balik dari kampung halaman, Suroboyo kota tercinto.
Pulang kampung yang tadinya cuman direncanakan seminggu untuk berobat gigi, eh ternyata molor jadi sebulan lebih :D

Huah, senangnya bisa pulang lama setelah hampir setahun gak pulang.
Di rumah lumayan banyak hal yg bisa menjadi kesibukan, diantaranya makan, makan dan makan... *ups* makan, maen2 sama ponakan2, berkunjung2 ke rumah sodara, dll.

Di Indo, langsung mengupdate diri dengan berita perkembangan terkini keadaan negara dan bangsa, diantaranya: gugatan cerai Tata kepada Tomi Suharto *hiyah, kok berita beginian*, kondisi kesehatan mantan RI-1 dan pro kontra tentang penuntutan Suharto ke pengadilan, status Gunung Merapi. Juga, selama di sana, ketepatan dengan terjadinya bencana gempa bumi yg melanda DIY dan Jateng. Sempet bingung2 gimana kabar temen2 yg tinggal di daerah DIY, tapi alhamdulillah pada selamat dan baik2 saja.

Menurut saya, pulang kampung, ke Indonesia, merupakan hal yang penting. Mengapa? Karena pulang ke Indo itu banyak manfaatnya, diantaranya:

1. Me-refresh kembali ttg keseimbangan hidup.

Kehidupan duniawi di Sgp itu sangat 'sempurna'. Gedung2nya indah, lingkungannya bersih, rapi, sarana transportasi bagus, tepat waktu. Wah, pokoknya kualitas kehidupan di Sgp sangat bagus, deh. Akan tetapi, ada pula dampak negatifnya, yaitu: faktor keduniawian sangat kental dalam kehidupan di Singapore. Jarang sekali terlihat kehidupan 'berkekurangan' di sini, kecuali di daerah2 tertentu. Pengemis, pedagang asongan, penderita cacat, jarang terlihat di sini. Atau mungkin saya saja yang jarang bertemu. Kalaupun ada yg masuk dalam kategori 'kekurangan' pasti kualitas hidupnya masih lebih baik daripada yang berkekurangan di Indo. Kalaupun masuk dalam kategori miskin biasanya mereka masih punya tempat tinggal, masih bisa makan tiap hari. Juga, kehidupan mereka mendapatkan subsidy dari pemerintah dan badan2 sosial di sini.

Hidup dalam lingkungan sangat keduniawian membuat manusia lebih sering melihat ke atas. Selalu membandingkan dengan keadaan yang lebih baik, dan cenderung lupa bersyukur. Setidaknya hal inilah yang sering saya rasakan dan sering kali baru tersadar ketika pulang kampung. Perjalanan dari bandara ke rumah sudah cukup dapat menyadarkan saya akan betapa banyak nikmat-Nya yang sering lupa saya syukuri :(( Di perempatan2, banyak tangan menengadah mencari sekeping dua keping rupiah untuk hidup. Pemandangan yang cukup menampar telak atas ketidakbersyukuran diri. *Duh, moga2 diampuni... :((*

Dengan menyadari bahwa ada sisi kehidupan lain yang 'tak sempurna' di samping 'kesempurnaan' hidup di negara kecil ini, semoga dapat menyeimbangkan pandangan tentang hidup.

2. Menyusun kembali visi - misi masa depan

Pulang kampung memberikan informasi tentang realitas kehidupan bangsa sendiri. Meskipun teknologi Internet dapat selalu mengupdate berita tentang bangsa, tetap saja kehadiran secara langsung akan memberikan kesan dan pesan yang berbeda. Banyak hal yang luput dari pemberitaan. Mendengar cerita tentang praktik KKN di Indo memang memusingkan, tapi akan lebih memusingkan lagi ketika seseorang harus terjebak di dalam praktik KKN tersebut. Di sana sangat banyak jebakan2 KKN. Sedikit2 duit. Biar urusan lancar, duit. Kalo gak pake duit nggak jalan. Uhhh... gimana sih ini! *lho, kok jadi emosi*

Dengan informasi2 ini, visi dan misi masa depan pun bisa disusun kembali. *cieh* Kalau suatu saat nanti akan kembali ke Indonesia harus bagaimana, dan ingin berkiprah di bidang apa. Dan lain sebagainya.

3. Belajar mengambil keputusan diantara banyak kepentingan.

Ini sih terutama buat yang hidup sendiri di Sgp tanpa sanak sodara. Kembali ke rumah berarti bertemu keluarga. Itu juga berarti kita harus bertemu dengan banyak kepentingan dari masing2 anggota keluarga. Kalo hidup sendiri kita memiliki hak pengambilan keputusan yg lebih besar dibandingkan ketika di rumah. Di sini, kalo lagi pengen makan ayam penyet, tinggal pergi beli ayam penyet; kalo lagi di rumah, pengen makan ayam penyet mesti liat2 dulu anggota keluarga yang lainnya pada pengen makan apa, juga bahan makanan apa yang tersedia di kulkas. Itu contoh yg sederhana. Belum lagi contoh2 kompleks permasalahan dalam keluarga.
Yah, itung2 latian buat masa depan :D

4. Dan lain - lain.

Tentu saja kalo pulang bisa makan masakan Indonesia dengan rasa aslinya, bertemu temen2, reunian, dan lain2.

Sebagai penutup, pengen menuliskan cuplikan sebuah lagu tentang negriku:
"
Tanah airku tidak kulupakan,
kan terkenang sepanjang hidupku,
biarpun saya pergi jauh,
tidak kan hilang, dari kalbu...
tanahku yang kucintai, engkau kubanggakan..."