Monday, November 28, 2011

Sakit tenggorokan dan winter adalah kombinasi yang tidak OK sama sekali!

Saya tertarik untuk mengetahui sistem kesehatan di negara Norway, yang konon kabarnya sangat keren. Setiap penduduk yang terdaftar di sistem asuransi nasional berhak mendapatkan fasilitas kesehatan dari negara, dengan harga bersubsidi dan bisa gratis jika sudah mencapai batas tertentu. Saya tertarik untuk mengecek kebenarannya, dan ternyata kesempatan itu datang lebih cepat dari yang saya bayangkan. Ya, baru 2 bulan di Oslo, saya sakit.

Tenggorokan terasa panas dan gatal, hidung buntu, agak demam, dan suara hilang muncul. Hadeh... mana udah mulai masuk musim dingin. Keluar rumah jadi membuat kondisi semakin parah. Angin dingin membuat tenggorokan semakin kering dan tidak nyaman. Memang sakit tenggorokan dan winter adalah kombinasi yang tidak OK sama sekali.

Beberapa hari merasakan gejala yang semakin hari semakin parah, akhirnya saya memutuskan untuk pergi ke dokter. Tentu saja saya tidak mau rugi. Sekalian ngetes sistem pelayanan kesehatan di negara ini. Dari hasil bertanya kanan kiri saya mendapat info bahwa seharusnya setiap orang di sini dialokasikan seorang dokter pribadi. Saya belum. Konon perlu waktu beberapa bulan sampai dengan seseorang mendapat kiriman surat berisi nama dan lokasi dokter. Karena belum punya dokter, saya disarankan untuk pergi ke puskesmas. Di Oslo terdapat beberapa puskesmas (medical ward) yang disebut Legevakten. Saya mencari yang termudah aksesnya, Storgata 40.

Saya pergi ke sana di hari Senin, jam 10 pagi. Ketika sampai, saya mendaftar dahulu di loket pendaftaran. Di sana saya tunjukkan ID card (yg di prin di kartu ATM). Ditanya data - data, dan ditanya keluhannya. Setelah itu saya disuruh menunggu sampai nama saya dipanggil. Menunggu sekitar 30 menit, akhirnya ada suster yang memanggil nama saya. Diajakin salaman dan kenalan. Wah, ramah sekali. Kemudian saya diajak ke ruang sortir kasus. Di ruang ini saya ditanya jenis gejalanya. Sang suster membolak balik contekan flowchart untuk mengkategorikan kasus saya. Alhasil, saya masuk kategori 'hijau' (kasus tidak urgent). Kategori 'merah' paling urgent, yang mungkin penderitanya bahkan tidak perlu antri dan interview, misalnya perdarahan pembuluh nadi atau stroke.

Kembali saya disuruh menunggu di ruang tunggu yang berbeda, yang berkode 'hijau'. Menunggu di sini cukup lama, sepertinya sekitar 2 jam saya menunggu. Bahkan sampai melihat para nurse istirahat makan siang segala.  Setelah sabar menanti, akhirnya giliran saya tiba juga. Tapi ternyata, cuma untuk pindah tempat tunggu. Tempat tunggu tepat di ruang periksa dokter. Di sini menunggu lagi sekitar 15 menit. Akhirnya masuk ke ruang periksa. Dokternya cewek masih muda. Prosedurnya sama, pertama salaman dulu, kenalan. Dia menanyakan lagi keluhannya. Kemudian saya diperiksa, dan bilang bahwa saya harus tes darah. Tak lama seorang perawat masuk membawa alat tes darah. Semua terjadi begitu cepat sampai saya gak sempat mempersiapkan mental menghadapi tusukan jarum. Tau - tau jari tangan saya terasa seperti ketusuk stapler, 'jus'. auchh... sampel darah diambil, dan orangnya pergi. Mungkin cuman perlu waktu 5 menit pemeriksaannya. Sambil ngobrol2 sedikit tentang penyakitnya, mbak dokter ngetik - ngetik di layar komputer. Saya pun melayangkan pandangan ke sekeliling ruang periksa. Tak lama dokternya bilang bahwa hasil tes darah sudah keluar. Ternyata saya terkena infeksi virus, jadi saya tidak perlu resep obat. Kalo bakteri, baru deh saya akan diresepkan antibiotik.

Huh! Ke dokter kan ngarep dapet obat. Lha kok nggak dapet apa - apa? Tapi mbak dokter menyebutkan bahwa saya bisa minum parasetamol sama pain killer kalo mau. Oke lah, apapun jadi, yang penting minum obat demi mensugesti diri *halah*. Saya diberi selembar kertas berisi diagnosa penyakit, dan selembar kertas tentang biaya yang harus saya bayar di kasir. NOK 183. Ndak gratis tuh hahaha....

Memang konon biaya konsultasi dokter pemerintah tidak gratis, tapi ber batas. Jadi, jika saya telah mencapai NOK 1750 dalam setahun (cmiiw), maka selebihnya barulah gratis. Serasa ngumpulin 10 bungkus detergen demi mendapat 1 piring cantik, hehe...

Kesimpulannya, sistem pelayanan kesehatan di sini ada sisi plus dan minusnya:
+ personel kesehatannya ramah
+ kualitas pemeriksaan baik dan cepat; diagnosis dilengkapi tes darah yang cepat prosedurnya.
+ tidak gampang ngasih anti biotik
+ prosedur penerimaan tidak berbelit - belit. pasien diterima meskipun tanpa bikin janji.
- - -  waktu tunggu sangat lama; dimana - mana namanya puskesmas sepertinya ngantrinya yang bikin gak sabar.

Lumayanlah, baru sebentar tinggal di sini udah dapet pengalaman mencicipi fasilitas pelayanan kesehatan di NO. Meskipun gosip - gosipnya pelayanan kesehatan di sini bisa lebih canggih lagi, saya tidak berharap untuk mengetes fasilitas kesehatan berupa emergency pick up pake helikopter, kok :s

Labels:

3 Comments:

Anonymous Anonymous said...

mba dilll...kok tau2 aku pengen mampir sini en tnyt ada postingan baru;)
sering2 posting & sharing2 ya mba..utk obat kangen & bagi2 pengalaman *bkn bagi2 piring cantik:p*

wahh disana mah pasti keren lah ya sistem kesehatan & pendidikan..asal mau sabar aja hehehe:D

-didi-

4:48 AM  
Blogger dils said...

ehh.. ada deedee...
masi inget aja :D

btw, Puskesmas di Arab begimane Di? ngantri juga gak? gratis jg?

10 komen dapet 1 piring cantik hahaha...

4:09 AM  
Anonymous eee said...

horee, ada isinya lagi... ayo ayo nulis lagii! yang penting sehat terus!

di sini walo ada asuransi dari kantor juga tetep bayar kayak bea administrasinya. kalo masalah tunggu menunggu, walo udah bikin janji juga pasti nunggu, paling cepet 20 menit.

3:19 PM  

Post a Comment

« Home