Tuesday, March 13, 2012

Negara Egaliter

Norwegia ini negara yang egaliter, menempatkan semua warga negaranya di  posisi yang kurang lebih sejajar. Tidak menghendaki adanya jurang perbedaan yang terlalu mencolok antara satu dan lainnya. Keegaliterannya itu tecermin di segala aspek kehidupannya.

Gaji. Standar gaji di NO tergolong tinggi. Ya, tentu saja untuk mengimbangi biaya hidup yang juga tinggi. Maklum, NO termasuk negara termahal di dunia. Tapi, serendah - rendahnya gaji di sini, pasti cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup. Asalkan seseorang bekerja, pasti bisa hidup layak. Selain itu, perbedaan gaji antara bos dan tukang sapu dibuat sedemikian hingga tidak terlalu jauh. Yang mengontrol adalah pajak. Pajak yang semakin tinggi bagi yang bergaji tinggi. Menambah jumlah pekerjaan juga akan menambah besar pajak. Kesimpulannya: standar gaji diberi batas bawah dan batas atas sehingga perbedaannya tidak terlalu jauh.

Bahasa. Struktur bahasa NO juga mencegah adanya perbedaan status sosial. Tidak ada vocabulary untuk 'anak buah', yang ada 'kolega'. Bukan mengatakan 'orang yang bekerja untuk saya' tapi 'orang yang bekerja dengan saya'.

Pekerjaan. Hubungan pekerjaan antara bos dan anak buah cenderung sejajar. Anak buah bukan orang yang harus mau di 'plokotho' oleh bos. Sebaliknya, konon kabarnya bos sering lebih menderita karena di 'plokotho' oleh anak buah nya yang menolak untuk over time jika ada kerjaan yang belum selesai. Kalau mau jadi bos kaya dan suka sok, bukan di sini tempatnya hehehe...

Keegaliteran begini ada plus minusnya. Minusnya, membuat orang malas berusaha, malas berprestasi. Plusnya, mau ditakdirkan lahir di dunia dengan bakat dan keahlian apapun (atau tanpa keahlian pun) pasti bisa hidup layak. Tidak ada pressure jika anak-anaknya kurang pandai di sekolah, karena toh asal mau bekerja apa saja di kemudian hari pasti bisa hidup layak.

Bagus juga, sistem ini jadi membuat takdir tidak begitu terlihat menyeramkan.

Monday, November 28, 2011

Sakit tenggorokan dan winter adalah kombinasi yang tidak OK sama sekali!

Saya tertarik untuk mengetahui sistem kesehatan di negara Norway, yang konon kabarnya sangat keren. Setiap penduduk yang terdaftar di sistem asuransi nasional berhak mendapatkan fasilitas kesehatan dari negara, dengan harga bersubsidi dan bisa gratis jika sudah mencapai batas tertentu. Saya tertarik untuk mengecek kebenarannya, dan ternyata kesempatan itu datang lebih cepat dari yang saya bayangkan. Ya, baru 2 bulan di Oslo, saya sakit.

Tenggorokan terasa panas dan gatal, hidung buntu, agak demam, dan suara hilang muncul. Hadeh... mana udah mulai masuk musim dingin. Keluar rumah jadi membuat kondisi semakin parah. Angin dingin membuat tenggorokan semakin kering dan tidak nyaman. Memang sakit tenggorokan dan winter adalah kombinasi yang tidak OK sama sekali.

Beberapa hari merasakan gejala yang semakin hari semakin parah, akhirnya saya memutuskan untuk pergi ke dokter. Tentu saja saya tidak mau rugi. Sekalian ngetes sistem pelayanan kesehatan di negara ini. Dari hasil bertanya kanan kiri saya mendapat info bahwa seharusnya setiap orang di sini dialokasikan seorang dokter pribadi. Saya belum. Konon perlu waktu beberapa bulan sampai dengan seseorang mendapat kiriman surat berisi nama dan lokasi dokter. Karena belum punya dokter, saya disarankan untuk pergi ke puskesmas. Di Oslo terdapat beberapa puskesmas (medical ward) yang disebut Legevakten. Saya mencari yang termudah aksesnya, Storgata 40.

Saya pergi ke sana di hari Senin, jam 10 pagi. Ketika sampai, saya mendaftar dahulu di loket pendaftaran. Di sana saya tunjukkan ID card (yg di prin di kartu ATM). Ditanya data - data, dan ditanya keluhannya. Setelah itu saya disuruh menunggu sampai nama saya dipanggil. Menunggu sekitar 30 menit, akhirnya ada suster yang memanggil nama saya. Diajakin salaman dan kenalan. Wah, ramah sekali. Kemudian saya diajak ke ruang sortir kasus. Di ruang ini saya ditanya jenis gejalanya. Sang suster membolak balik contekan flowchart untuk mengkategorikan kasus saya. Alhasil, saya masuk kategori 'hijau' (kasus tidak urgent). Kategori 'merah' paling urgent, yang mungkin penderitanya bahkan tidak perlu antri dan interview, misalnya perdarahan pembuluh nadi atau stroke.

Kembali saya disuruh menunggu di ruang tunggu yang berbeda, yang berkode 'hijau'. Menunggu di sini cukup lama, sepertinya sekitar 2 jam saya menunggu. Bahkan sampai melihat para nurse istirahat makan siang segala.  Setelah sabar menanti, akhirnya giliran saya tiba juga. Tapi ternyata, cuma untuk pindah tempat tunggu. Tempat tunggu tepat di ruang periksa dokter. Di sini menunggu lagi sekitar 15 menit. Akhirnya masuk ke ruang periksa. Dokternya cewek masih muda. Prosedurnya sama, pertama salaman dulu, kenalan. Dia menanyakan lagi keluhannya. Kemudian saya diperiksa, dan bilang bahwa saya harus tes darah. Tak lama seorang perawat masuk membawa alat tes darah. Semua terjadi begitu cepat sampai saya gak sempat mempersiapkan mental menghadapi tusukan jarum. Tau - tau jari tangan saya terasa seperti ketusuk stapler, 'jus'. auchh... sampel darah diambil, dan orangnya pergi. Mungkin cuman perlu waktu 5 menit pemeriksaannya. Sambil ngobrol2 sedikit tentang penyakitnya, mbak dokter ngetik - ngetik di layar komputer. Saya pun melayangkan pandangan ke sekeliling ruang periksa. Tak lama dokternya bilang bahwa hasil tes darah sudah keluar. Ternyata saya terkena infeksi virus, jadi saya tidak perlu resep obat. Kalo bakteri, baru deh saya akan diresepkan antibiotik.

Huh! Ke dokter kan ngarep dapet obat. Lha kok nggak dapet apa - apa? Tapi mbak dokter menyebutkan bahwa saya bisa minum parasetamol sama pain killer kalo mau. Oke lah, apapun jadi, yang penting minum obat demi mensugesti diri *halah*. Saya diberi selembar kertas berisi diagnosa penyakit, dan selembar kertas tentang biaya yang harus saya bayar di kasir. NOK 183. Ndak gratis tuh hahaha....

Memang konon biaya konsultasi dokter pemerintah tidak gratis, tapi ber batas. Jadi, jika saya telah mencapai NOK 1750 dalam setahun (cmiiw), maka selebihnya barulah gratis. Serasa ngumpulin 10 bungkus detergen demi mendapat 1 piring cantik, hehe...

Kesimpulannya, sistem pelayanan kesehatan di sini ada sisi plus dan minusnya:
+ personel kesehatannya ramah
+ kualitas pemeriksaan baik dan cepat; diagnosis dilengkapi tes darah yang cepat prosedurnya.
+ tidak gampang ngasih anti biotik
+ prosedur penerimaan tidak berbelit - belit. pasien diterima meskipun tanpa bikin janji.
- - -  waktu tunggu sangat lama; dimana - mana namanya puskesmas sepertinya ngantrinya yang bikin gak sabar.

Lumayanlah, baru sebentar tinggal di sini udah dapet pengalaman mencicipi fasilitas pelayanan kesehatan di NO. Meskipun gosip - gosipnya pelayanan kesehatan di sini bisa lebih canggih lagi, saya tidak berharap untuk mengetes fasilitas kesehatan berupa emergency pick up pake helikopter, kok :s

Labels:

Wednesday, October 21, 2009

Eurotrip - Day 1, Arrival in Stuttgart plus Munich trip

Buat saya, perjalanan udara kali ini adalah yang terpanjang, 13 jam in a row ! Dan itu pun masih harus berlanjut lagi selama 2 jam setelah transit di London Heathrow LHR dari jam 6 - 8.30 pagi. Terbang 13 jam?? Itu sih seperti naik kereta api dari Jakarta ke Surabaya, sudah termasuk mogok selama 4 jam. Dari bangun, tidur, bangun, sampe tidur lagi, rasanya gak sampe - sampe. Setelah istirahat meluruskan kaki sejenak di LHR, akhirnya perjalanan berlanjut ke Stuttgart STR. Landing di STR jam 11 siang, Fiuhh sampe deh...

Pas di imigrasi, salah masuk antrian, ke antrian buat warga uni Eropa. Pantesan, sebaris kok bule semua tampangnya. Untungnya petugas imigrasinya baik, gak disuruh ngulang lagi ke barisan yang lain. Setelah beres ngambil barang, kita lanjut ke Stuttgart Hbf (stasiun sentral). Di sana kita naruh barang di loker, dan beli tiket ke Munchen. Naik kreta ICE (Inter City Express), berangkat sekitar jam 1 siang, nyampe di Munchen jam 3.30 sore.

Rencananya di Munchen pengen ke Deutch Museum, yang sepertinya keren. Sayangnya, karena ketidaksiapan rencana dan keterbatasan kemampuan bahasa Jerman, akhirnya waktu banyak terbuang hanya untuk mencari tahu bagaimana caranya beli tiket kereta pake mesin! Keterangan tombol di mesin semua pake bahasa Jerman, gak ada bahasa Inggrisnya. Setelah berhasil mendapatkan cara membeli tiket yang benar dan berhasil mencapai lokasi Deutch Museum dengan selamat, kami pun ditolak masuk dengan sukses karena ternyata museum cuma buka sampai jam 5 sore. Gondok!

Tidak patah semangat, rencana kunjungan museum beralih ke Museum BMW. Yang ini buka sampai malam. Masalahnya, kita gak tau dimana tempatnya. Berusaha nanya ke orang, tapi sempat dicuekin. Tampaknya karena gak pake bahasa Jerman. *sigh* Untunglah, kita menemukan sebuah kios buku, yang menjual peta obyek wisata kota Munich. Browsing sebentar, akhirnya didapatkanlah lokasi museum BMW yaitu dekat stasiun Olimpiazentrum. Setelah itu, peta dikembalikan ke raknya :D hehe dasar turis gratisan :D

Keluar dari stasiun Olimpiazentrum, ternyata tidak sulit menemukan bangunan yang dicari. Dari kejauhan sudah tampak sebuah gedung yang diatasnya terdapat lambang BMW. Ternyata selain Museum, di sebelahnya ada pula kantor dan pabriknya, juga showroom di seberangnya. Bangunannya megah dan arsitektur gedugnya pun ciamik soro! Keren! Kebetulan hari itu Museum BMW buka sampai jam 2 malam, karena ada acara apaaa gitu. Tak masalah, kami cuma mau di sana 1 jam saja, sampai jam 7, karena jam 8 malam kami harus sudah berangkat ke Stuttgart.

Museum BMW sangat megah. Di dalamnya dipamerkan produk2 BMW, mobil dan motor, mobil formula, juga mesin2. BMW, mobil mewah dan langka di Asia, nyatanya banyak berkeliaran di Jerman. Kalau bukan BMW, Mercy, atau VW. Hebat!

Tiba kembali di Stuttgart sekitar pukul 10.30 malam. Cuaca sangat dingin. Kami terkejut melihat loker yang ternyata pake argometer. Angka argo menunjukkan 15 Euro, belum sempat terkejut, angka argo sudah naik lagi menjadi 16 Euro. Akhirnya cepat2 kami keluarkan barang, supaya gak bertambah mahal. Pantesan, kok murah amat nitipin barang, 1.5 Euro di awalnya. Ehh.. ternyata ada argo nya toh.

Naik taksi ke Boeblingen, menuju Hotel Boehler. Hotelnya bagus, berbintang 4. Biar kecil, tapi lengkap, ada kolam renang, sauna dan gym nya. Fiuh.. akhirnya, bisa istirahat juga dengan nyaman. End of day 1.

Labels:

Saturday, March 15, 2008

Waktunya berlibur....

Masa 6 minggu training berakhir sudah. Yey!!
Yang namanya training di company ku itu, mungkin beda sama company2 yg lain. Kalo di company yg lain adalah masa2 berlibur, kalo di company ku, training adalah masa - masa yang torturing. Haha... Lha gimana, masak ujian 2 kali seminggu, trus ada bates nilai minim kelulusan. Kalo gak lulus? Pecat! hahaha.... gaswat gak sih.
Jadilah kami2 yang training itu sering kurang tidur kalo lagi mau exam. Mana bahannya segabruk-gabruk gambreng. Blom lagi kalo dapet tugas project. Tweoweow... Alhamdulillah, it's over. Sekarang waktunya, liburan!!! Yihi!!

Hari Jumat, hari ke sekolah terakhir. Sabtunya temen2 udah banyak yg cabut ke negaranya masing2. Saya termasuk yg telat balik, gara2 gak dapet tiket yg lebih cepet dari senin. Yah, sudahlah, dapet kesempatan jalan ke kota lain deh jadinya...

Kemaren siang, pulang sekolah, ngecek jadwal kreta bentar, dan akhirnya memutuskan untuk pergi ke York. Sekitar 1 jam perjalanan kereta dari Newark. Yah, itung2 melepas stres, demi kesehatan jiwa dan raga, haha.

York kotanya kecil. Diputerin 3 jam juga udah beres. Itu sudah termasuk mengunjungi York Castle Museum. Yah, lumayanlah... Dan hari ini nyempetin ke Edinburgh. Sebuah kota di Scottland. Kabarnya sih bagus. Let's see...
Dari Edinburgh, sabtu malem naik pesawat ke London. Nginep semalam di sana. Minggu rencananya puter2 di London aja. Senin sore take off ke Surabaya, transit di Hongkong.
Transit ?? Transit di Hongkong ?? Emang! :D

Tapi gak lama2 amat transitnya, cuman 2 jam. Abis itu langsung cabut ke Sby. Asiikk...
Demikianlah itinerary....

Labels: ,

Tuesday, March 04, 2008

Taking tubes can be so frustrating

Kemaren jalan2 ke London. Pulangnya kesorean. Oh iya, dalam perjalanan pulang sempat menyusuri tepi sungai Thames. Anginnya..... wuzzz kenceng, deh... Mana dingin lagi.
Tapi pemandangannya indah; di sepanjang sungai ada cafe2, dan lampu2 yang menghiasi pemandangan tepi sungai Thames. Versi besarnya Boat Quay di Singapore :D hehe... bagusan tepi Sungai Thames, sih....
Kayaknya saya bisa betah nongkrong di tepi sungai Thames kalo lagi pengen bengong - bengong sendiri, hehe...
Keren deh... Wah, sayangnya kok kemaren gak poto2. Maklum, kemaren sambil ngejar waktu biar gak kemaleman balik ke Newark.

Sampai di situ, keadaan baik2 saja. Masalah datang ketika tiba saatnya naik Tube (London underground train). Sering kali di sistem train London, jalurnya ditutup dan dialihkan kemanaaa gitu. Dan kalo gak siap liat jadwal penutupan jalur online, wah, bisa muter2 gak karuan deh. Dan itulah yang terjadi kemaren malem. Sudahlah gak familiar dengan jalur2nya, lagi ada banyak penutupan jalur lagi... Walah, puyeng deh.... Masak sempat ngelewati sebuah stasiun dan kemudian balik lagi ke stasiun itu untuk pindah ke jalur lain. Dan itu terjadi 2 kali. Belom lagi muter - muter di stasiun buat nemuin platform naik kreta yang dimaksud. Padahal seharusnya kalo jalur yang dimaksud berjalan lancar, perjalanan bisa ditempuh dengan sangat cepat. Mungkin 20 menit udah nyampe. Lha kemaren jadinya muter2 sampe sekitar 1 jam. Hiyah.... Yah sudahlah, akhirnya nyampe juga di stasiun Kings Cross buat naik kreta yang keluar kota. Untung masih kebagian kreta. Kreta kedua terakhir untuk hari itu :S

Nyampe di Newark jam 11 malem. Sendirian lagi. Mana jalan dari stasiun ke rumah lumayan jauh. Alhamdulillah nyampe rumah dengan selamat. Hehe, udah, gitu doang sih ceritanya, hehe... Gak seru yah.. :D


Labels:

Friday, February 29, 2008

Gempa bumi

Dua hari yang lalu di sini, tengah malam sekitar jam 1, terasa gempa bumi yang besarnya 5.3 skala Richter. Itu kata BBC, sih... Waktu kejadian saya masih belum tidur. Gempanya lumayan kenceng. Awalnya terasa seperti getaran kalo ada truk gede lewat depan rumah. Tapi anehnya terjadi agak lama, dan makin lama makin besar, sampe rumahnya bergemeretak berbunyi nyaring.

Kala itu saya sedang di kamar dan baru agak lama nyadarnya bahwa yang sedang terjadi adalah gempa. Telat banget deh mikirnya :D Langsung saya bergegas keluar kamar, mengetuk pintu kamar temen saya, dan ternyata teman saya lagi baru bangun. Dia terbangun juga gara2 getaran gempa itu. Teman yang tinggal di kamar di lantai bawah juga keluar dari kamarnya. Kita pun panik. Gak tau mau ngapain, dan memutuskan untuk kembali saja ke kamar masing2.

Setelah itu saya kembali ke kamar dengan masih gemeteran. Yah, maklumlah, belum pernah menghadapi kejadian gempa bumi yang sekenceng itu sebelumnya. Rumah2 di UK ini kebanyakan kerangkanya kayu. Lantainya saja sering bergemeretakan.

Paginya ngobrol2 sama temen2 yang lain dan ngecek di BBC di internet, dan ternyata gempanya lumayan juga besarnya. Dan pusat gempanya berada di kota Lincoln, yang notabene cuman berjarak 30 menit mobil dari kota tempat saya tinggal. Gak tau deh dalam rangka apa gempanya.

Anyway.... bersyukur sampai hari ini masih diberi hidup. Fiuhh... bisa saja keadaan yang lebih buruk terjadi. Semoga aja gak ada lagi gempa susulan.

Labels:

Wednesday, February 20, 2008

Habis Foggy Terbitlah Frosty

Beberapa hari ini cuaca jadi dingin banget. Temperatur jatuh di bawah nol. Pertandanya, tiap pagi tampaklah bekuan - bekuan bunga es di permukaan dedaunan, rumput-rumput, batang-batang pohon dan beberapa di atap2 mobil. Gak sampe bersalju tebal, sih....

Pagi ini temperatur sekitar -6 C. Tidak sedingin kemarin, sih. Kemarin sekitar -8 C. Untungnya di dalam bis ada pemanas, juga di dalam ruangan. Meskipun kadang pada siang hari matahari tampak terang bersinar, ternyata tak cukup untuk melelehkan bunga - bunga es di dedaunan; karena pada sore harinya bunga - bunga es itu masih tetap di tempatnya.

Winter masih aktif tampaknya. Saya pikir sudah akan spring. Mungkin agak kurang asik untuk berjalan - jalan kalau masih winter begini. Ademm....

Makanan di sini rada garing. Kebanyakan rasanya hambar. Bahkan makanan di kantin sekolah. Berhubung sekolahnya terletak di tempat terpencil, di tengah - tengah perladangan, maka tak ada pilihan lain kalo mau makan di luar. Di rumah lebih jarang makan. Makan malam lebih sering tidak bersemangat, sedang sarapan pagi paling - paling cuman bikin telor goreng sama roti bakar.

Apalagi ya yg mau dicritain dari sini? Itu - itu aja sih sebenernya. Gak ada yang baru. Hehe...

Berada di UK ini sebenernya asik juga buat jalan - jalan dan menambah wawasan tempat yang dikunjungi. Tapi entah mengapa rasanya kesepian ya? Apakah karena gak nemu komunitas sebangsa di sini? Atau lebih karena jarak tempat dari negara asal mempengaruhi perasaan kesepian? Atau karena yang lain?

Kayaknya cocok banget nih sama lagunya Michael Buble yang berjudul Home:

............
Maybe surrounded by
A million people I
Still feel all alone
I just wanna go home
Oh, I miss you, you know

.........
Let me go home
I’m just too far from where you are
I wanna come home


(Home, Michael Buble)

Labels: