Wednesday, May 15, 2019

Summery spring day!

Hari ini adalah hari yang panas untuk ukuran musim semi. Sudah diramalkan sejak minggu lalu bahwa dari weekend hingga hari Rabu ini cuaca akan hangat dengan puncaknya hari ini mencapai 23 C. Cukup hangat untuk di sini. Weekend kemaren kami habiskan dengan bersepeda. Iya, biarpun puasa, kami keukeuh ingin sepedahan. Cuaca hangatnya itu loh, yang sangat sayang untuk dilewatkan hanya di rumah saja.



Dengan suhu segitu, orang - orang sudah tidak berjaket lagi. Malah pada pakai kaos dan celana pendek. Saya sendiri baru hari ini berani tidak berjaket ketika keluar rumah. Cuman berpakaian seperti ketika di Indonesia saja. Blus batik, celana jeans, tanpa jaket. Hore!

Sebenarnya ini cuaca ideal banget. Bermatahari hangat, tapi masih ada semilir angin. Kalo kita di bawah bayang - bayang, baru deh terasa dingin. Lebih nyaman berada di bawah terpaan sinar matahari. Lumayan, sekali - sekali panen vitamin D.

Jadi, cuaca pertengahan Mei biasanya sudah mulai hangat. Sebelum itu, masih dingin, karena mendung dan angin. Tapi dasar Skotlandia, cuaca agak sulit diprediksi. Kalo hujan, mendung, biarpun musim panas, tetep aja terasa dingin, meskipun gak bikin menggigil. Bagi yang suka cuaca hangat, cocok untuk datang ke Skotlandia mulai pertengahan Mei hingga Agustus. Setelah itu, cuaca mulai mendingin.

Sebenarnya, bulan April lalu juga sudah ada hari yang panas semacam ini. Tapi nggak lama, cuman sehari - dua hari saja. Kami dan kawan - kawan sempat barbeque-an di taman kota. Coba kalo sekarang lagi gak puasaan, mungkin bisa tau - tau barbeque - an juga deh.

So, let's enjoy the day while the nice weather lasts!

Labels:

Tuesday, May 14, 2019

Pergi ke Dokter Gigi

Sudah sekitar setahun saya tak pergi ke dokter gigi. Memang gigi tak bisa ditipu, ada aja masalah yang muncul kalo udah lama gak cek up ke dokter gigi. Seharusnya saya kontrol 6 bulan sekali. Ya, di sini rekomendasinya begitu: tiap 6 bulan sekali check up gigi di dokter - dokter gigi kesayangan anda. 

Di sini, pelayanan dokter gigi tidak gratis seperti pada klinik dokter umum. Tetapi, pada klinik gigi yang berafiliasi dengan NHS (semacam BPJS nya UK), biaya perawatan gigi bersubsidi. Jadi masih terjangkau harganya. Check up gigi 6 bulan sekali gratis, tapi kalo perlu X-ray, bayar. Tindak lanjut pengobatan giginya juga bayar. Biasanya setelah check up, dokter akan memberikan daftar tindak lanjut perawatan gigi yang diperlukan, jika ada. Termasuk perkiraan biayanya. Jika gigi kita baik - baik saja, maka kita lolos. Kembali lagi 6 bulan berikutnya untuk check up. Akan tetapi, sangat sulit bagi saya untuk mendapat raport yang bagus setiap kali check up. Adaaa aja daftar kerusakan yang harus diperbaiki. Pernah, lolos pada waktu check up, tapi 2 bulan berikutnya saya kembali karena ada gigi yang bermasalah. Nasib. Padahal kan saya rajin sikat gigi. Mungkin karena masa kecil yang kurang gizi, jadi gigi saya harus rapuh begini. Atau mungkin karena dulu, waktu ganti gigi, saya lupa menginjak pedal kopling. Yakalik, gigi guwe gigi perseneleng.

Setelah cek up kali ini, saya harus melakukan perawatan: cabut 1 gigi, tambal 2 gigi dan pembersihan karang gigi. Cabut gigi gaes! Terakhir saya cabut gigi, kalo gak salah adalah pada tahun 2010, waktu saya tinggal di Singapura. Waktu itu lumayan bikin trauma karena perdarahannya lama banget berhentinya, plus pake kerasa cenut - cenut beberapa hari. Kali ini saya beranikan diri untuk menghadapinya, semua ini saya hadapi dengan tabah. Alhamdulillah, proses berjalan lancar. Dalam 15 menit setelahnya, perdarahan sudah berhenti dan semua baik - baik saja. Berkah Ramadhan.

Biaya perawatan gigi, kalau saya bandingkan antara di sini (Skotlandia, UK), Norwegia dan Singapura, biaya di sini adalah yang termurah. Untuk cabut gigi saja, di Singapura, pada tahun 2010, kalau tidak salah biayanya plus minus SGD 100 (Rp.800 ribu ??). Di sini kemaren, saya cuman kena GBP 13 (Rp. 250 ribu) saja. Mungkin sebanding dengan harga di Indonesia. Atau malah lebih murah? Kalo Norwegia? Wah, jangan ditanya. Biaya perawatan gigi di Norwegia mahal sekali! Bahkan ada teman yang kalau berobat gigi bela - belain terbang ke Polandia untuk berobat di sana. Saya 3 tahun di sana, belum pernah berobat ke dokter gigi. Bukan karena saya gak pernah sakit gigi, tapi karena saya memilih menunda pengobatan sampai saatnya mudik ke Indonesia. Pernah suatu saat saya sakit gigi di sana. Survei - surveilah saya di sana untuk harga berobat gigi. Saya temukan, termurah untuk menambal gigi adalah sekitar NOK 1000 (Rp. 2 juta)! Mahal banget kan gaes? Padahal itu baru harga kisaran saja. Harga pastinya ya setelah tindakan, tergantung kasusnya. Saya berusaha ikhlas merelakan uang belanja seminggu saya demi berobat gigi. Iya, NOK 1000 bisa dipakai untuk belanja kebutuhan sayur, lauk, dan beras selama seminggu. Untungnya, entah kenapa, tiba - tiba rasa sakit gigi saya hilang. Saya yakin ini bukan sembuh. Hanya dorman saja. Akhirnya saya memilih untuk menyimpan masalah gigi saya ini dalam hati saja. Saya yakin, semua akan indah pada waktunya. Hellaww, ini masalah gigi, bukan cinta ya sist!!

Ada lagi hal yang berbeda di sini, yaitu kalo nambal kita pasti ditawarin bius lokal. Iya, bius lokal pake suntik yang kayak mau cabut gigi itu, lho. Awal - awal tinggal di sini, saya sempat menolak kalo ditawarin bius. Pikir saya, "cemen amat sih, tambal gigi aja pake bius." Tapi, lama - kelamaan saya luluh juga. Sekarang, saya selalu pake bius lokal untuk penambalan. Malah kalo mau berobat gigi di Indonesia saya jadi ngeri karena ngebayangin ngilunya dibor gigi tanpa bius. Iya, sekarang guwe jadi cemen. Sigh!

Di sini, ibu hamil sampai dengan anaknya berusia setahun, boleh berobat gigi gratis di klinik NHS. Prosedurnya mudah, tinggal datang ke klinik gigi, melakukan pendaftaran, dan menunjukkan bukti punya bayi berumur kurang dari 1 tahun, langsung deh dilayani, dan gratis. Saya sempat merasakan fasilitas ini. Bener saja, setelah melahirkan, gigi saya banyak yang berlubang. Mungkin pengaruh hormonal kehamilan.  Waktu itu saya ke klinik sambil menunjukkan bayi saya di stroller sebagai barang bukti. Bahkan saya tidak diminta menunjukkan akte kelahiran si bayi. Percaya banget, yak?

Anak - anak juga mendapat pelayanan gigi gratis sampai umur 16 tahun. Mulai umur 0, anak rutin didatangi health visitor ke rumah, yang bertugas mengecek kesehatan anak secara umum dan kesejahteraannya. Gigi juga termasuk salah satu yang dicek. Anak juga dikasih sikat gigi dan pasta gigi gratis secara berkala. Ketika anak sudah masuk ke TK / nursery (mulai umur 3 tahun), kebiasaan menjaga kesehatan gigi pada anak diteruskan di nursery. Tiap hari, anak - anak mendapat sesi sikat gigi bersama. Nursery dikunjungi dokter gigi secara berkala, 6 bulan sekali, untuk fluoride furnishing gigi. Anak - anak juga wajib kontrol rutin gigi ke dokter gigi masing - masing. Biasanya ngikut ke dokter gigi orang tuanya.

Gigi ini penting, tapi sering terabaikan. Ya, oleh saya sih. Saya harus sering ingat merawat gigi dan tidak makan makanan keras - keras karena gigi saya rapuh. Teringat dulu waktu muda, dokter langganan saya pernah berkomentar, "Gigi mu ini kok kerusakannya karena pecah? Emangnya kamu makan apa aja, sih?"
Yakalik Dok, mungkin saya nyambi maen jaran kepang makan beling dan batu. :D

Labels:

Sunday, May 05, 2019

Berpuasa di Negara 4 Musim

Berpuasa di daerah 4 musim ketika musim panas/semi adalah sangat menantang. Bagaimana tidak, durasinya saja bisa mencapai atau hampir 20 jam. Sekitar 6 jam lebih panjang daripada berpuasa di negara tropis. Kami sahur sekitar jam 8-9 pagi WIB. Sampai yg di Indonesia berbuka sampai sahur lagi, kami masih belum berbuka puasa. Kami berbuka ketika yang di Indonesia barusan selesai sahur. Warbyasak bukan?


Tahun ini adalah kali ke-5 saya berpuasa di Scotland, UK, dan kali ke-6 berpuasa di daerah Eropa utara. Sebelumnya saya berpuasa di Norwegia. Mirip2 lah durasinya. Kebetulan, selama ber-Ramadhan di Eropa, saya kebagian berpuasa di musim panas. Pertama kalinya adalah di th 2013. Tahun sebelumnya saya skip puasa karena sedang hamil. Mulai mencoba berpuasa di tahun setelahnya, dengan berbayi berumur sekitar 7 bulan. Kala itu durasi puasanya sekitar 20 jam. Jadi kami harus bisa menuntaskan buka puasa dan sahur dalam 4 jam! Makanan belum turun di perut, udah harus sahur lagi. Plus, saya dan suami harus bergantian buka dan sahur sambil menjaga si baby yg suka rewel kalo ditinggal sendirian. Trus, harus sholat Maghrib, Isya dan tarawih juga. Tingkat kesulitan, luar biasa!

Tahun ini Ramadhan bergeser ke arah musim semi. Durasi membaik, sekitar 17 jam di awalnya hingga menjadi 19 jam di akhirnya. Lumayanlah. Semangat!!!

Sebenarnya, puasa durasi panjang begini do-able, tapi penuh tantangan. Tantangannya adalah:

  1. Durasi pendek buka - sahur.
    Durasi pendek ini menyebabkan kita harus bisa menyelesaikan buka, sahur, sekaligus sholat Maghrib, Isya dan tarawihnya. Belum tidurnya, tadarusnya?
  2. Musim panas yang kadang terik cuacanya.
    Bagi yang sering beraktivitas di luar, cuaca terik dan panas lumayan bikin dehidrasi. 
    Seperti yang sering saya alami, tahun2 sebelumnya ketika bulan puasa saya harus antar jemput anak pulang pergi ke sekolah TK nya. Jaraknya sekitar 1.8 km, kadang saya jalan kaki. Pulang sekolah, biasanya anak saya minta main dulu di taman, dan itu tentunya karena cuaca cerah alias panas terik bermatahari. Jadilah saya berpanas2 nemanin di taman, kadang gak kebagian tempat duduk karena ramai. Pulangnya, kepala kliyengan kena panas, kecapekan berdiri, plus dehidrasi :s Belum lagi pemandangan orang makan es krim yg lalu lalang. Lengkap sudah ujian puasanya. Tahun ini anak saya sudah SD, kebetulan dia naik antar jemput ke sekolah. Taman, tinggal ngesot dekat rumah, dan banyak pohon2annya. Oh iya, karena kami juga baru pindah rumah taun kemaren.
  3. Ngantuk
    Musim panas tentunya datang lengkap dengan durasi siang yang lebih panjang daripada malamnya. Ketika selesai sahur, masih dini hari sebenarnya, mau tidur lagi sudah agak susah karena di luar udah terang. Mana saya orangnya agak susah tidur. Yah, itu sih derita luh!
  4. Dalam durasi buka-sahur harus memilih mau banyakin minum atau makan.
    Agak kontradiktif sebenarnya, durasi puasa panjang, tapi waktu makan minumnya pendek. Padahal, kita kan harus banyak men-download makanan biar kuat puasa panjang. Sementara kapasitas perut dan waktu terbatas. Harus minum sehari 2 liter, tapi juga harus makan banyak, gimana dong? Pernah saya salah strategi, mengutamakan minum air, 2 liter terpenuhi. Ehh... tapi jadinya perut penuh air, males makan, akhirnya porsi makanan cuman sedikit. Jadi deh kurang gizi eykeh :s

So, how's the workaround?

Sebenarnya saya juga belum punya strategi yang ampuh untuk mengatasi tantangan2 di atas. Tapi dari hasil pengamatan, ada beberapa hal yg cukup membantu dalam menjalani puasa yg panjang ini, diantaranya:

  1. Sholat Tarawih really helps!
    Semalas - malasnya dan sesempit - sempitnya waktu buka-sahur, sholat tarawih ini penting banget. Sholat tarawih ini bagaikan olahraga memijat perut sehingga membantu makanan bisa turun lebih cepat. Hal ini membuka ruang untuk makanan sahur di perut, perut jadi nggak begah. Memang terasa bedanya dengan dan tanpa sholat tarawih. Karena memang gerakan sholat terawih, yg minimal 11 rakaat ini, bisa membantu memijat usus2, mengaktifkan kembali saluran pencernaan setelah seharian tidak aktif. Efeknya, makanan pun lebih mudah bergerak turun dalam perut.
  2. Dopping multivitamin
    Durasi pendek, perlu banyak minum air dan makanan bergizi. Dopping multivitamin cukup membantu supaya tidak malnutrisi.
  3. Banyak makan makanan yang berserat, yang ber Glicemic Index (GI) rendah.
    Makanan yang ber-GI tinggi terlalu cepat dicerna dan membuat badan menjadi cepat lemas. Dengan mengkonsumsi makanan ber GI rendah, makanan lebih lama dicerna, lebih awet dalam saluran pencernaan. Contoh, makan sereal wheat, sayur, buah. Cmiiw. Ini tips yg baru saya dapatkan dari teman dokter. Will definitely try it.
  4. Banyak minum air secara bertahap.
    Minum air sehari 8 gelas. Bagaimana caranya supaya tercapai dalam durasi pendek buka-sahur ini? Ini juga sudah termasuk kandungan air dalam sayur dan buah, kok. Jangan kebanyakan air juga, nanti perutnya kehabisan ruangan untuk tempat makanan. Selain itu, minum terlalu banyak air dalam durasi singkat juga dapat menyebabkan terbuangnya mineral-mineral dari dalam tubuh (cmiiw), jadi minumnya dibuat bertahap.
  5. Sebisa mungkin berada di dalam ruangan dan menurunkan kadar aktivitas yg intensif fisik.
    Yaa... kalau terpaksa harus banyak beraktivitas di luar sih ya bagaimana lagi, harus dijabanin sih. Tapi mungkin dengan lebih banyak break istirahat supaya gak kecapaian. Asal nggak menyengaja olahraga lari maraton pas puasa aja mungkin aman, sih.....

  6. Last but not least..... Prayer times for high latitudes comes to the rescue!!
    Bila dirasa berpuasa durasi 20 jam terlalu memberatkan, silakan mengacu kepada waktu sholat untuk garis lintang tinggi pada link di atas. Jadwal sholat ini bermula untuk menjawab tantangan waktu sholat dan puasa pada daerah ekstrim garis lintang tinggi, seperti negara2 Skandinavia, yang ketika musim panas matahari nyaris tak tampak tenggelam. Langit masih tampak bersemu terang meskipun sudah jam 11 malam, pada puncak musim panas. Penurunan waktu sholat ini mengacu kepada fatwa ulama Mesir. Penjelasan lengkapnya dapat ditemukan pada link di atas juga. Dengan waktu alternatif untuk high latitude ini, durasi puasa menjadi mendekati durasi di daerah tropis, sekitar 14 jam, jadi terasa biasa saja.
    Ketika kami tinggal di Norwegia, beberapa kali kami pernah mengikuti jadwal puasa waktu lokal, maupun waktu alternatif ini. Kedutaan besar RI di Oslo juga mengacu pada waktu alternatif tersebut. Jadi acara buka puasa bersama dan tarawih dapat tetap dilaksanakan pada waktu yang tidak terlalu malam.
Sekian sharing tentang puasa dari saya. Semoga bermanfaat, dan sekiranya ada pemirsa yang memiliki tips2 dan saran2 lain, atau mau mengoreksi yang kurang tepat, silakan di shoot out di bagian komentar. Terimakasih sebelumnya.


Teriring ucapan dari saya:


Selamat menunaikan ibadah2 di Bulan Ramadhan bagi yang menjalankannya.
Semoga kita semua diberi kekuatan lahir batin untuk menjalaninya, dimudahkan memperbanyak amal2 ibadah di dalamnya, diampuni dosa-dosanya, diterima segala amal ibadahnya, dan berhasil menjadi manusia yang lebih baik yg istiqomah selepasnya, dan berhasil mendapatkan malam Lailatul Qadar. Aamiin yaa Rabbal 'alamin.

Labels:

Monday, March 12, 2012

Negara Egaliter

Norwegia ini negara yang egaliter, menempatkan semua warga negaranya di  posisi yang kurang lebih sejajar. Tidak menghendaki adanya jurang perbedaan yang terlalu mencolok antara satu dan lainnya. Keegaliterannya itu tecermin di segala aspek kehidupannya.

Gaji. Standar gaji di NO tergolong tinggi. Ya, tentu saja untuk mengimbangi biaya hidup yang juga tinggi. Maklum, NO termasuk negara termahal di dunia. Tapi, serendah - rendahnya gaji di sini, pasti cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup. Asalkan seseorang bekerja, pasti bisa hidup layak. Selain itu, perbedaan gaji antara bos dan tukang sapu dibuat sedemikian hingga tidak terlalu jauh. Yang mengontrol adalah pajak. Pajak yang semakin tinggi bagi yang bergaji tinggi. Menambah jumlah pekerjaan juga akan menambah besar pajak. Kesimpulannya: standar gaji diberi batas bawah dan batas atas sehingga perbedaannya tidak terlalu jauh.

Bahasa. Struktur bahasa NO juga mencegah adanya perbedaan status sosial. Tidak ada vocabulary untuk 'anak buah', yang ada 'kolega'. Bukan mengatakan 'orang yang bekerja untuk saya' tapi 'orang yang bekerja dengan saya'.

Pekerjaan. Hubungan pekerjaan antara bos dan anak buah cenderung sejajar. Anak buah bukan orang yang harus mau di 'plokotho' oleh bos. Sebaliknya, konon kabarnya bos sering lebih menderita karena di 'plokotho' oleh anak buah nya yang menolak untuk over time jika ada kerjaan yang belum selesai. Kalau mau jadi bos kaya dan suka sok, bukan di sini tempatnya hehehe...

Keegaliteran begini ada plus minusnya. Minusnya, membuat orang malas berusaha, malas berprestasi. Plusnya, mau ditakdirkan lahir di dunia dengan bakat dan keahlian apapun (atau tanpa keahlian pun) pasti bisa hidup layak. Tidak ada pressure jika anak-anaknya kurang pandai di sekolah, karena toh asal mau bekerja apa saja di kemudian hari pasti bisa hidup layak.

Bagus juga, sistem ini jadi membuat takdir tidak begitu terlihat menyeramkan.

Sunday, November 27, 2011

Sakit tenggorokan dan winter adalah kombinasi yang tidak OK sama sekali!

Saya tertarik untuk mengetahui sistem kesehatan di negara Norway, yang konon kabarnya sangat keren. Setiap penduduk yang terdaftar di sistem asuransi nasional berhak mendapatkan fasilitas kesehatan dari negara, dengan harga bersubsidi dan bisa gratis jika sudah mencapai batas tertentu. Saya tertarik untuk mengecek kebenarannya, dan ternyata kesempatan itu datang lebih cepat dari yang saya bayangkan. Ya, baru 2 bulan di Oslo, saya sakit.

Tenggorokan terasa panas dan gatal, hidung buntu, agak demam, dan suara hilang muncul. Hadeh... mana udah mulai masuk musim dingin. Keluar rumah jadi membuat kondisi semakin parah. Angin dingin membuat tenggorokan semakin kering dan tidak nyaman. Memang sakit tenggorokan dan winter adalah kombinasi yang tidak OK sama sekali.

Beberapa hari merasakan gejala yang semakin hari semakin parah, akhirnya saya memutuskan untuk pergi ke dokter. Tentu saja saya tidak mau rugi. Sekalian ngetes sistem pelayanan kesehatan di negara ini. Dari hasil bertanya kanan kiri saya mendapat info bahwa seharusnya setiap orang di sini dialokasikan seorang dokter pribadi. Saya belum. Konon perlu waktu beberapa bulan sampai dengan seseorang mendapat kiriman surat berisi nama dan lokasi dokter. Karena belum punya dokter, saya disarankan untuk pergi ke puskesmas. Di Oslo terdapat beberapa puskesmas (medical ward) yang disebut Legevakten. Saya mencari yang termudah aksesnya, Storgata 40.

Saya pergi ke sana di hari Senin, jam 10 pagi. Ketika sampai, saya mendaftar dahulu di loket pendaftaran. Di sana saya tunjukkan ID card (yg di prin di kartu ATM). Ditanya data - data, dan ditanya keluhannya. Setelah itu saya disuruh menunggu sampai nama saya dipanggil. Menunggu sekitar 30 menit, akhirnya ada suster yang memanggil nama saya. Diajakin salaman dan kenalan. Wah, ramah sekali. Kemudian saya diajak ke ruang sortir kasus. Di ruang ini saya ditanya jenis gejalanya. Sang suster membolak balik contekan flowchart untuk mengkategorikan kasus saya. Alhasil, saya masuk kategori 'hijau' (kasus tidak urgent). Kategori 'merah' paling urgent, yang mungkin penderitanya bahkan tidak perlu antri dan interview, misalnya perdarahan pembuluh nadi atau stroke.

Kembali saya disuruh menunggu di ruang tunggu yang berbeda, yang berkode 'hijau'. Menunggu di sini cukup lama, sepertinya sekitar 2 jam saya menunggu. Bahkan sampai melihat para nurse istirahat makan siang segala.  Setelah sabar menanti, akhirnya giliran saya tiba juga. Tapi ternyata, cuma untuk pindah tempat tunggu. Tempat tunggu tepat di ruang periksa dokter. Di sini menunggu lagi sekitar 15 menit. Akhirnya masuk ke ruang periksa. Dokternya cewek masih muda. Prosedurnya sama, pertama salaman dulu, kenalan. Dia menanyakan lagi keluhannya. Kemudian saya diperiksa, dan bilang bahwa saya harus tes darah. Tak lama seorang perawat masuk membawa alat tes darah. Semua terjadi begitu cepat sampai saya gak sempat mempersiapkan mental menghadapi tusukan jarum. Tau - tau jari tangan saya terasa seperti ketusuk stapler, 'jus'. auchh... sampel darah diambil, dan orangnya pergi. Mungkin cuman perlu waktu 5 menit pemeriksaannya. Sambil ngobrol2 sedikit tentang penyakitnya, mbak dokter ngetik - ngetik di layar komputer. Saya pun melayangkan pandangan ke sekeliling ruang periksa. Tak lama dokternya bilang bahwa hasil tes darah sudah keluar. Ternyata saya terkena infeksi virus, jadi saya tidak perlu resep obat. Kalo bakteri, baru deh saya akan diresepkan antibiotik.

Huh! Ke dokter kan ngarep dapet obat. Lha kok nggak dapet apa - apa? Tapi mbak dokter menyebutkan bahwa saya bisa minum parasetamol sama pain killer kalo mau. Oke lah, apapun jadi, yang penting minum obat demi mensugesti diri *halah*. Saya diberi selembar kertas berisi diagnosa penyakit, dan selembar kertas tentang biaya yang harus saya bayar di kasir. NOK 183. Ndak gratis tuh hahaha....

Memang konon biaya konsultasi dokter pemerintah tidak gratis, tapi ber batas. Jadi, jika saya telah mencapai NOK 1750 dalam setahun (cmiiw), maka selebihnya barulah gratis. Serasa ngumpulin 10 bungkus detergen demi mendapat 1 piring cantik, hehe...

Kesimpulannya, sistem pelayanan kesehatan di sini ada sisi plus dan minusnya:
+ personel kesehatannya ramah
+ kualitas pemeriksaan baik dan cepat; diagnosis dilengkapi tes darah yang cepat prosedurnya.
+ tidak gampang ngasih anti biotik
+ prosedur penerimaan tidak berbelit - belit. pasien diterima meskipun tanpa bikin janji.
- - -  waktu tunggu sangat lama; dimana - mana namanya puskesmas sepertinya ngantrinya yang bikin gak sabar.

Lumayanlah, baru sebentar tinggal di sini udah dapet pengalaman mencicipi fasilitas pelayanan kesehatan di NO. Meskipun gosip - gosipnya pelayanan kesehatan di sini bisa lebih canggih lagi, saya tidak berharap untuk mengetes fasilitas kesehatan berupa emergency pick up pake helikopter, kok :s

Labels:

Tuesday, October 20, 2009

Eurotrip - Day 1, Arrival in Stuttgart plus Munich trip

Buat saya, perjalanan udara kali ini adalah yang terpanjang, 13 jam in a row ! Dan itu pun masih harus berlanjut lagi selama 2 jam setelah transit di London Heathrow LHR dari jam 6 - 8.30 pagi. Terbang 13 jam?? Itu sih seperti naik kereta api dari Jakarta ke Surabaya, sudah termasuk mogok selama 4 jam. Dari bangun, tidur, bangun, sampe tidur lagi, rasanya gak sampe - sampe. Setelah istirahat meluruskan kaki sejenak di LHR, akhirnya perjalanan berlanjut ke Stuttgart STR. Landing di STR jam 11 siang, Fiuhh sampe deh...

Pas di imigrasi, salah masuk antrian, ke antrian buat warga uni Eropa. Pantesan, sebaris kok bule semua tampangnya. Untungnya petugas imigrasinya baik, gak disuruh ngulang lagi ke barisan yang lain. Setelah beres ngambil barang, kita lanjut ke Stuttgart Hbf (stasiun sentral). Di sana kita naruh barang di loker, dan beli tiket ke Munchen. Naik kreta ICE (Inter City Express), berangkat sekitar jam 1 siang, nyampe di Munchen jam 3.30 sore.

Rencananya di Munchen pengen ke Deutch Museum, yang sepertinya keren. Sayangnya, karena ketidaksiapan rencana dan keterbatasan kemampuan bahasa Jerman, akhirnya waktu banyak terbuang hanya untuk mencari tahu bagaimana caranya beli tiket kereta pake mesin! Keterangan tombol di mesin semua pake bahasa Jerman, gak ada bahasa Inggrisnya. Setelah berhasil mendapatkan cara membeli tiket yang benar dan berhasil mencapai lokasi Deutch Museum dengan selamat, kami pun ditolak masuk dengan sukses karena ternyata museum cuma buka sampai jam 5 sore. Gondok!

Tidak patah semangat, rencana kunjungan museum beralih ke Museum BMW. Yang ini buka sampai malam. Masalahnya, kita gak tau dimana tempatnya. Berusaha nanya ke orang, tapi sempat dicuekin. Tampaknya karena gak pake bahasa Jerman. *sigh* Untunglah, kita menemukan sebuah kios buku, yang menjual peta obyek wisata kota Munich. Browsing sebentar, akhirnya didapatkanlah lokasi museum BMW yaitu dekat stasiun Olimpiazentrum. Setelah itu, peta dikembalikan ke raknya :D hehe dasar turis gratisan :D

Keluar dari stasiun Olimpiazentrum, ternyata tidak sulit menemukan bangunan yang dicari. Dari kejauhan sudah tampak sebuah gedung yang diatasnya terdapat lambang BMW. Ternyata selain Museum, di sebelahnya ada pula kantor dan pabriknya, juga showroom di seberangnya. Bangunannya megah dan arsitektur gedugnya pun ciamik soro! Keren! Kebetulan hari itu Museum BMW buka sampai jam 2 malam, karena ada acara apaaa gitu. Tak masalah, kami cuma mau di sana 1 jam saja, sampai jam 7, karena jam 8 malam kami harus sudah berangkat ke Stuttgart.

Museum BMW sangat megah. Di dalamnya dipamerkan produk2 BMW, mobil dan motor, mobil formula, juga mesin2. BMW, mobil mewah dan langka di Asia, nyatanya banyak berkeliaran di Jerman. Kalau bukan BMW, Mercy, atau VW. Hebat!

Tiba kembali di Stuttgart sekitar pukul 10.30 malam. Cuaca sangat dingin. Kami terkejut melihat loker yang ternyata pake argometer. Angka argo menunjukkan 15 Euro, belum sempat terkejut, angka argo sudah naik lagi menjadi 16 Euro. Akhirnya cepat2 kami keluarkan barang, supaya gak bertambah mahal. Pantesan, kok murah amat nitipin barang, 1.5 Euro di awalnya. Ehh.. ternyata ada argo nya toh.

Naik taksi ke Boeblingen, menuju Hotel Boehler. Hotelnya bagus, berbintang 4. Biar kecil, tapi lengkap, ada kolam renang, sauna dan gym nya. Fiuh.. akhirnya, bisa istirahat juga dengan nyaman. End of day 1.

Labels:

Saturday, March 15, 2008

Waktunya berlibur....

Masa 6 minggu training berakhir sudah. Yey!!
Yang namanya training di company ku itu, mungkin beda sama company2 yg lain. Kalo di company yg lain adalah masa2 berlibur, kalo di company ku, training adalah masa - masa yang torturing. Haha... Lha gimana, masak ujian 2 kali seminggu, trus ada bates nilai minim kelulusan. Kalo gak lulus? Pecat! hahaha.... gaswat gak sih.
Jadilah kami2 yang training itu sering kurang tidur kalo lagi mau exam. Mana bahannya segabruk-gabruk gambreng. Blom lagi kalo dapet tugas project. Tweoweow... Alhamdulillah, it's over. Sekarang waktunya, liburan!!! Yihi!!

Hari Jumat, hari ke sekolah terakhir. Sabtunya temen2 udah banyak yg cabut ke negaranya masing2. Saya termasuk yg telat balik, gara2 gak dapet tiket yg lebih cepet dari senin. Yah, sudahlah, dapet kesempatan jalan ke kota lain deh jadinya...

Kemaren siang, pulang sekolah, ngecek jadwal kreta bentar, dan akhirnya memutuskan untuk pergi ke York. Sekitar 1 jam perjalanan kereta dari Newark. Yah, itung2 melepas stres, demi kesehatan jiwa dan raga, haha.

York kotanya kecil. Diputerin 3 jam juga udah beres. Itu sudah termasuk mengunjungi York Castle Museum. Yah, lumayanlah... Dan hari ini nyempetin ke Edinburgh. Sebuah kota di Scottland. Kabarnya sih bagus. Let's see...
Dari Edinburgh, sabtu malem naik pesawat ke London. Nginep semalam di sana. Minggu rencananya puter2 di London aja. Senin sore take off ke Surabaya, transit di Hongkong.
Transit ?? Transit di Hongkong ?? Emang! :D

Tapi gak lama2 amat transitnya, cuman 2 jam. Abis itu langsung cabut ke Sby. Asiikk...
Demikianlah itinerary....

Labels: ,