Wednesday, June 01, 2005

Tur de Jav(u)a (10 - 14 May 2005)

Setelah sekitar 3 tahun lamanya nggak ke Bandung-Jakarta, alhamdulillah akhirnya pada kesempatan liburan 3 minggu kemaren kesampaian juga jalan-jalan ke sana lagi. Biasanya rute jalan – jalan cuman sampai di Bandung, kecuali kalau pulangnya pakai tiket PP via Jakarta. Namun kali ini, biarpun nggak pulang lewat Jakarta, perjalanan ke Bandung dilanjutkan ke Jakarta, Tur de Java deh jadinya. Tidak seperti sebelum2nya, acara tur kali ini sangat singkat dan padat karena jatah waktu yang dialokasikan untuk tur hanya 5 hari, sudah termasuk waktu untuk perjalanan. Tur terdiri atas 3 etape: etape pertama Sby – Bandung, kedua Bandung – Jakarta, dan ketiga Jakarta-Surabaya. Di Bandung 2 hari 1 malam, di Jakarta 1 hari 2 malam.

Day 1, 10 May

Etape pertama, Surabaya – Bandung, ditempuh dengan KA Turangga. Beruntung dalam etape ini dapet teman perjalanan, Fajar, yang kebetulan lagi pulang kampung dan mau balik ke Bandung lagi; jadi nggak kesepian selama di perjalanan.
Rombongan diberangkatkan dari Stasiun Gubeng Surabaya pada pukul 19.00 WIB.

Sepanjang perjalanan diisi dengan diskusi masalah yang berat-berat dengan teman seperjalanan, misalnya: berat badan, ngantuk berat, tinju kelas berat. Gak ding… yah, biasalah obrolan2 anak muda *gedubrak*.
Tak ketinggalan, sesi poto2 juga dilakukan di atas kereta *gedubrak lagi*.
Yah, gak pa pa lah, biar norak kan yang penting malu-maluin *capek gedubrakan*.

Etape pertama di tempuh dalam waktu sekitar 12 jaman.
*Lama amat! jaman apaan aje jek! jaman edan, jaman keemasan, jaman buang sampah sembarangan ???*


Day 2, 11 May

Kereta sampai di garis finish sekitar pukul 07.00 WIB, disambut oleh dinginnya kota Bandung, dan juga angkot2.

Turun dari kereta, “I can’t believe it! I am back here again, in Bandung!” *sambil menghentak2kan kaki 3 kali ke tanah* Fajar pun menggeleng-gelengkan kepalanya tanda prihatin. *nyengir*.

Excited banget, membayangkan akan mengunjungi lagi tempat – tempat yang menyimpan kenangan masa lalu, bertemu teman-teman lama, makan makanan Bandung lagi, menyusuri jalan2 yang dulu pernah dilalui – setapak demi setapak, angkot demi angkot, setapak demi angkot, angkot demi setapak. *permutasi apa kombinasi ???*

Di Bandung, akomodasi penginapan disediakan oleh Shinta. Padahal waktu itu yang bersangkutan sedang tidak di Bandung, yang diwakilkan pada Rinda.
*Makasih banyak ya, Shin. Rinda, Danke auch gut. Tapi nggak sempat ketemu adekmu, Shin..*

Sehabis istirahat sebentar dan naruh barang di rumah Shinta, acara berikutnya adalah kunjungan ke kosan-nya Fajar. Di kosannya Fajar, duduk2 sebentar, makan2, trus sarapan.

Setelah itu, dilanjutkan dengan kunjungan ke kantor eBdesk.
Di sini ketemu sama temen-temen yang (masih) ada di Bandung, ngobrol – ngobrol sebentar, trus jalan lagi. Ternyata mbak JS lebih kurus dari yang kuduga, hihihi*

Trus, jalan2 keliling ITB, plus poto taking sessions.
Di ITB ketemuan sama seorang anak arsitektur atas request kakaknya yang ada di sini. Kita jalan-jalan keliling ITB sambil nggosip2in kakaknya dan tak lupa poto2. *ups, map Gypt, hehe… gossip yang baek2 kok…*
Agak pangling juga dengan ITB yang sekarang, ada renovasi besar di tempat yg dulunya adalah Student Centre; pemandangan agak kurang bagus jadinya, karena renovasinya belum selesai, masih ditutup pagar seng. Beberapa hal baru lainnya, sudah ada tap water air siap minum di kampus, beberapa unit computer yang diletakkan di selasar Labtek V untuk diakses bebas (sepertinya berinternet), makin banyak kantin baru dan makanannya lumayan mahal2.

Satu hal yang berubah di Jalan Ganesha adalah menghilangnya kuda yang berlalu-lalang, plus kotorannya. Jalan Ganesha jadi tampak lebih bersih; kalo dulu jalan di situ mesti waspada terhadap bahaya ‘ranjau’ darat – nya kuda, sekarang tidak lagi.

Abis keliling2 kampus, istirahat sebentar setelah sholat ashar di Masjid Salman, sambil nunggu temen2 pada pulang kantor. Baca2 buku di pelataran Masjid Salman, ditemani angin semilir2 dan cuaca yang agak mendung, ketiduran deh - sekitar sejaman.

Malemnya, menghadiri birthday dinner-nya temen. Nasib lagi baik; pas dateng, kebetulan lagi ada yang mo ngadain traktiran ultah. Jadilah ikutan di traktir diCafé Halaman, deket ITB.
*Makasi ya, Rin, Njak. Sering2 ultah ya…*

Pulang ke rumah, i.e. rumahnya Shinta, langsung tepar, soalnya nonstop belum istirahat sejak pagi sampai di Bandung. Biarpun tepar, nggak langsung tidur juga, masih ada acara ngobrol2, browsing2 poto dan berburu kecoak bersama Rinda.


Day 3, 12 May

Hari ketiga adalah hari terakhir di Bandung. Paginya diisi dengan kunjungan ke Padepokan Sekar, mantan kosan ku tercinta. Sebenernya pengen ketemu sama temen2 kosan yang masih di sana, tapi kayaknya waktunya tidak tepat. Akhirnya cuman ketemu sama Ririn. Ngobrol2 dan poto2 sebentar, abis itu berburu Es Cendol Elisabeth sambil keliling kota Bandung naik angkot. Udah lama banget pengen makan es cendol yang satu itu, akhirnya kesampaian juga.

Sebenarnya masih pengen berlama-lama di Bandung, banyak teman yang belum ditemui, banyak tempat yang belum dikunjungi, dan banyak makanan yang belum berhasil dicari. Yah, apa boleh buat, waktu tidak mengizinkan.

Sorenya, sekitar pukul 16.30 WIB perjalanan dilanjutkan untuk menempuh etape ke-2, Bandung – Jakarta. Kali ini perjalanan ditempuh sendirian, naik KA Argo Gede, memakan waktu sekitar 3 jam.

Sampai di Jakarta sudah gelap dan hujan deras. Di Stasiun Gambir, dijemput sama mbak ku yang satu ini, Mbak Eka. Di Jakarta, akomodasi full plus-plusnya ditanggung oleh Mbak Eka.
*Makasih banyak buat semuanya ya, Mbak…*

Ini adalah kali pertama ketemuan ama Mbak Eka, setelah sebelumnya cuman ketemu di dunia maya, ato paling banter denger suaranya. Gak susah mengenali orangnya, soalnya udah mirip seperti yang dibayangkan.
Perjalanan dari Gambir ke rumahnya, yang notabene adalah di luar kota Jkt, memakan waktu sekitar 2 jam; tapi gak terasa lama, saking asiknya ngobrol2. *ah masaaaakkk….??? Hahaha… ya, gak mbak ?*

Nyampe di rumah mbak gak langsung istirahat, masih ngobrol2 sampe malem. Jadi gak enak, ngganggu jadwal istirahatnya… *maap ya, Mbak, hehe..*

Day 4, 13 May

Keesokan harinya, acara dimulai pagi-pagi sekali, berangkat dari rumah abis subuh.
Acara pertama yaitu studi ekskursi ke sebuah instansi pemerintah di DKI Jakarta. *wessss, keren gini istilahnya…*
Studi ekskursi dipandu oleh Mbak Eka, diajakin puter2, diperkenalkan dengan lingkungan dan suasana kerja di instansi tersebut, lengkap dengan dinamikanya. *Mbak, awas! Jangan ketawa! hihihihi*
Di sana sempat online sebentar, baca2 imel. Akhirnya, setelah beberapa hari nggak internetan…… hehehe… *kantornya enak deh, mbak. Betah deh, nongkrong2 di sana :D*

Abis itu diajakin jalan2 ke Plasa Indonesia, liat2 buku di Kinokuniya-nya, trus ke mana lagi yaa…..

Abis dari jalan2, janjian ketemuan dengan seorang pegawai baru PT Telkom. Dengan sedikit ancaman penyanderaan kamera digitalnya yang dibawa dari Bandung, akhirnya mau nggak mau pasti ketemuan. *ya, gak, Shin? hihihihi…*
Padahal akhirnya kameranya dibawa ke Bandung lagi. *wehehe, ngerepotin kameranya aja…*

Nyampe di rumah mbak Eka udah agak malem, tepar abis. *Abis tepar, terbitlah terang (??)* Tapi belom tepar2 amat, sih.. masih bisa baca2 sebentar sebelom tidur. Lumayan, di sana banyak bacaan. :D *rumahnya sapa gitu, loh!* Dapet buku “Ayat-Ayat Cinta” dan oleh2 dari Jepang juga, lho. *Makasih, Mbak*


Day 5, 14 May

Akhirnya, tur de java hampir berakhir. Etape terakhir, Jakarta-Surabaya, harus dilewati. Ditempuh dengan KA Argo Bromo Anggrek jam 9 pagi.

Dianterin sama Mbak Eka dan Syifa (putri ke-2 nya), soalnya Nuri (putri sulungnya) kalo Sabtu nggak libur. Syifa lucu deh, mirip Tasya penyanyi cilik. Juga, ternyata Syifa punya bakat entrepreneur. Wah, wah, hebat! *Perlu dipupuk dan difasilitasi tuh, mbak*.

Akhirnya, Rangkaian Tur de Java harus berakhir *kurang lamaaaa :(*, KA yg ditumpangi berangkat agak telat dari Gambir. Mana di tengah jalan sempat berhenti 2 jam gara-gara masalah teknis. *ban-nya bocor kali yeeee, jadi lama nambalnya*
Alhamdulillah, sampe di Surabaya lagi dengan selamat pukul 9.30 malam. Tur pun resmi berakhir.

2 Comments:

Anonymous lariss said...

wah pengen bangets pulang ke indoo... kangen jakarta.. kangen klaten, en kangen perjalanan semalam dari jakarta-klaten (termasuk kota2 yg dilewati) :D:D

8:38 PM  
Blogger tukangpot said...

sama sekali tidak bisa diterima perlakuanmu padaku dil... *buang muka* wakakakakak

1:07 PM  

Post a Comment

« Home